Nisfu Syaban 2026: Pengertian, Dalil, Keutamaan, Doa dan Amalan

Nisfu Syaban 2026: Pengertian, Dalil, Keutamaan, Doa dan Amalan

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 27 Jan 2026 07:15 WIB
Nisfu Syaban 2026: Pengertian, Dalil, Keutamaan, Doa dan Amalan
Ilustrasi malam Nisfu Syaban. Foto: Freepik
Jakarta -

Bulan Syaban sering kali disebut sebagai pintu gerbang menuju Ramadan. Di tengah perjalanan bulan tersebut, terdapat satu waktu yang begitu dinantikan oleh umat Islam, yakni Nisfu Syaban.

Pada 2026, Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Adapun malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin, 2 Februari 2026 setelah maghrib. Momentum ini mengingatkan umat Islam untuk sejenak berhenti dari aktivitas dunia dan memperbanyak amalan saleh.

Namun, apa sebenarnya makna di balik Nisfu Syaban dan bagaimana pandangan para ulama mengenai keutamaannya? Simak ulasan lengkap mengenai pengertian, dalil, doa, hingga amalan yang dapat menghidupkan pada malam istimewa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Nisfu Syaban

Dikutip dari Jurnal Institut Agama Islam Negeri Jember yang berjudul Tradisi Nisfu Syaban di Pondok Pesantren Bintang Sembilan Dukuh Dempok Jember oleh Umi Latifatun Nihayah, Nisfu Syaban adalah kata majemuk yang diambil dari kata bahasa Arab, nisfu dan Syaban.

Kata nisfu berasal dari kata nashafa, yanshifu, nashfan yang berarti mencapai tengah-tengah atau setengah. Sedangkan Syaban berarti bulan Syaban, atau bulan ke-8 pada tahun Hijriah. Jadi Nisfu Syaban adalah pertengahan atau tengah-tengah bulan Syaban pada tahun Hijriah.

ADVERTISEMENT

Dalil Nisfu Syaban

Dijelaskan dalam buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Syaban oleh Muhammad Juriyanto, Rasulullah SAW menganjurkan memperhatikan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak amal saleh dan ibadah kepada Allah SWT.

Dalil Nisfu Syaban ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Sayyidina Ali, dari Rasulullah SAW yang bersabda,

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya: "Ketika malam Nisfu Syaban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman, 'Ingatlah orang yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada-Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada-Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba'."

Menurut penelusuran detikHikmah, hadits yang menerangkan salat Nisfu Syaban dinilai dhaif.

Hadits lain yang biasa dijadikan hujjah tentang Nisfu Syaban adalah hadits dari Mu'adz bin Jabal RA, dari Nabi SAW yang bersabda,

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: "Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR At-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Majah dan lainnya)

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin memasukkan malam Nisfu Syaban sebagai malam istimewa. Dia menganjurkan memperbanyak amalan pada malam tersebut.

Keutamaan Nisfu Syaban

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait keutamaan Nisfu Syaban. Meski begitu, ada satu hadits berderajat hasan yang menjelaskan keutamaan Nisfu Syaban, sebagaimana disebutkan dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan oleh Abu Maryam Kautsar Amru:

عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن " . رواه ابن ماجه

Artinya: "Dari Abu Musa Al-Asy'ari, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan'." (HR Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Meski begitu, dalam hadits tersebut tidak dijelaskan adanya amalan khusus terkait Nisfu Syaban. Hadits tersebut hanya menggambarkan kehendak Allah SWT yang akan mengampuni hamba-Nya kecuali orang-orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan.

Sementara Al-Hafizh Abu Syamah dalam kitab Al-Ba'its 'ala Inkaril Bida' mengatakan, "Para ulama ahli hadits dan kritik perawi mengatakan, 'Tidak terdapat satu pun hadits shahih yang menyebutkan keutamaan Nisfu Syaban'."

Sama halnya dengan Al 'Aqili Rahimahullah dalam Adh Dhu'afa' mengatakan, "Mengenai turunnya Allah pada malam Nisfu Syaban, maka hadits-haditsnya itu layyin (lemah dan menuai kritikan). Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam Nisfu Syaban itu sudah termasuk pada keumuman malam, insyaallah'."

Doa Nisfu Syaban

Saat memasuki malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa. Dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, yang dinukil dari laman resmi MUI, berikut bacaan doa Nisfu Syaban:

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُومِيْنَ أَوْ مُقَتَرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَّاوَتِيْ وَحِرْمَانِي وَافْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفِّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifin. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fii ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fii ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fii kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallahu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihi wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatat ku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Amalan Nisfu Syaban

Masih dikutip dalam buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Syaban, Sayyid Muhammad al-Maliki menjelaskan dalam kitabnya Ma Dza Fi Sya'ban, tidak ada doa khusus dan salat khusus yang shahih dari Rasulullah SAW pada malam Nisfu Syaban.

Meski begitu, perintah menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai macam doa dan ibadah secara mutlak, dianjurkan dan sesuai dengan contoh Rasulullah SAW. Sehingga orang yang membaca Al-Qur'an, berdoa, salat, dan melakukan amal ibadah yang lain, sudah dinilai menghidupkan malam Nisfu Syaban.

Berikut amalan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban:

1. Salat Qiyamul Lail

Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk melaksanakan salat qiyamul lail, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 79:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Salat malam menjadi salat paling utama setelah salat fardhu, sebagaimana disebutkan dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ} أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: "Dan dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah sholat malam'." (HR Muslim dalam Shahih Muslim)

2. Membaca Al-Qur'an

Sebagian ulama salaf, seperti Anas bin Malik, mengatakan kaum muslim banyak membaca Al-Qur'an ketika memasuki bulan Syaban. Mereka juga mengeluarkan zakat untuk orang miskin dan tidak mampu agar kuat berpuasa di bulan Ramadan.

Riwayat tersebut sanadnya dhaif. Meski begitu, umat Islam dapat membaca Al-Qur'an pada malam Nisfu Syaban seperti pada malam-malam lainnya, tanpa mengkhususkan malam tersebut.

3. Membaca Yasin

Membaca surah Yasin dengan niat memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, atau membaca semua Al-Quran tidaklah berdosa dan dilarang.

Sayyid Muhammad al-Maliki mengatakan, seseorang yang membaca surah Yasin atau surah lain dalam Al-Qur'an karena Allah SWT dan disertai dengan niat mencari keberkahan umur, keberkahan harta, keberkahan kesehatan, maka tidak ada dosa baginya.

Maka, membaca surah Yasin untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban diperbolehkan, asal tidak mengkhususkan untuk dibaca pada malam tersebut.

4. Memperbanyak Doa

Setelah selesai membaca surah Yasin, umat Islam dapat melanjutkannya dengan berdoa. Salah satu doa yang dipanjatkan pada malam Nisfu Syaban adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di atas.




(kri/kri)
Syaban Istimewa

Syaban Istimewa

32 konten
Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadan. Syaban dikenal sebagai bulan persiapan spiritual, di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, seperti puasa sunah hingga sedekah

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads