- Apa Saja yang Diperiksa dalam MCU PPIH 2027? 1. Anamnesis 2. Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan Laboratorium hingga EKG
- Ada Tes Kebugaran dengan Metode Rockport
- Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan Jiwa SRQ-20
- Tes NAPZA untuk 5 Parameter
- Jadwal MCU PPIH Non Kesehatan Kloter dan Arab Saudi
- Jadwal MCU PPIH Kesehatan Kloter dan Arab Saudi
- Hasil MCU Jadi Bagian Penilaian Kelayakan Kesehatan
- Hasil MCU Diverifikasi Tim Pusat Kesehatan Haji
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengumumkan pelaksanaan medical check-up (MCU) bagi peserta seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Non Kesehatan Kloter dan Arab Saudi Tahun 1448 H/2027 M.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Nota Dinas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah Nomor ND-134/PPK/2026 yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dani Pramudya. Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan seleksi bagi peserta yang telah dinyatakan lolos dari seleksi Computer Assisted Test (CAT).
Dalam nota dinas yang diterima detikcom, peserta yang melanjutkan ke tahap MCU diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit pemerintah minimal tipe B atau tipe Madya, maupun rumah sakit lainnya yang memiliki fasilitas sesuai dengan pemeriksaan yang dipersyaratkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil seluruh pemeriksaan kemudian harus diunggah melalui akun masing-masing peserta pada laman petugas.haji.go.id sesuai ketentuan.
Apa Saja yang Diperiksa dalam MCU PPIH 2027?
Pemeriksaan kesehatan calon PPIH Non Kesehatan Kloter dan Arab Saudi mencakup sejumlah tahapan. Pemeriksaan tersebut meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, kesehatan jiwa sederhana, hingga pemeriksaan NAPZA.
1. Anamnesis
Pada tahap anamnesis, peserta akan diminta memberikan informasi mengenai kondisi dan riwayat kesehatannya.
Beberapa informasi yang diperiksa meliputi:
- Riwayat penyakit sekarang (RPS).
- Riwayat penyakit dahulu (RPD).
- Riwayat penyakit keluarga.
- Kebiasaan sehari-hari seperti olahraga, merokok, minum alkohol, dan lainnya.
Riwayat penyakit dahulu yang menjadi perhatian antara lain penyakit atau gangguan jantung, penyakit atau gangguan ginjal, epilepsi, skizofrenia, penyakit kanker, tuberkulosis (TBC), penyakit autoimun, dan stroke.
Peserta juga diminta melakukan checklist pengisian riwayat penyakit dahulu melalui laman petugas.haji.go.id.
2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik mencakup kondisi umum peserta serta sejumlah tanda vital. Pemeriksaan tersebut meliputi:
- Tekanan darah.
- Nadi.
- Suhu.
- Pernapasan.
- Saturasi oksigen.
- Berat badan.
- Tinggi badan.
Selain itu, pemeriksaan dilakukan secara head to toe, meliputi kepala, mata, THT, mulut, leher, toraks, abdomen, ekstremitas, hingga pemeriksaan neurologis.
Apabila ditemukan kelainan, dokter dapat melakukan pemeriksaan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi pada lokasi yang dicurigai.
Pemeriksaan Laboratorium hingga EKG
MCU calon PPIH juga mencakup sejumlah pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan laboratorium, peserta menjalani hematologi darah lengkap serta pemeriksaan kimia darah yang meliputi:
- Lemak darah, yakni kolesterol dan trigliserida.
- Fungsi ginjal berupa ureum, kreatinin, dan asam urat.
- Fungsi hati berupa SGOT dan SGPT.
- Gula darah puasa dan dua jam post-prandial (pp).
- HbA1C.
- Urine lengkap.
- Tes kehamilan bagi wanita usia subur.
Sementara pemeriksaan radiologi meliputi toraks PA serta elektrokardiografi (EKG), yakni resting EKG dan Treadmill Test/Stress Test. Peserta juga menjalani pemeriksaan fungsi paru berupa spirometri.
Ada Tes Kebugaran dengan Metode Rockport
Selain pemeriksaan medis, peserta diwajibkan mengikuti pengukuran kebugaran menggunakan metode Rockport.
Pengukuran tersebut menggunakan aplikasi SIPGAR berbasis Android. Hasil pengukuran kebugaran berupa tangkapan layar kemudian diunggah ke laman petugas.haji.go.id menggunakan akun masing-masing peserta sesuai ketentuan.
Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan Jiwa SRQ-20
Tahapan MCU juga mencakup Pemeriksaan Kesehatan Jiwa Sederhana SRQ-20.
Peserta harus mencetak formulir SRQ-20 sesuai lampiran yang disediakan. Formulir tersebut kemudian ditandatangani dokter pemeriksa saat pelaksanaan medical check-up.
Setelah pemeriksaan selesai, formulir tersebut diunggah melalui laman petugas.haji.go.id berdasarkan akun masing-masing peserta.
Formulir SRQ-20 berisi 20 pertanyaan dengan jawaban "Ya" atau "Tidak" yang berkaitan dengan kondisi yang dirasakan peserta dalam kesehariannya. Di antaranya pertanyaan mengenai sakit kepala, nafsu makan, kesulitan tidur, rasa takut, kecemasan atau kekhawatiran, tangan gemetar, gangguan pencernaan, kesulitan berpikir, perasaan tidak bahagia, hingga kesulitan mengambil keputusan.
Tes NAPZA untuk 5 Parameter
Kemenhaj juga menetapkan pemeriksaan NAPZA dalam rangkaian MCU PPIH. Pemeriksaan NAPZA dilakukan terhadap lima parameter, yakni:
- Opiate;
- Cannabis;
- Amphetamine;
- Methamphetamine;
- Cocaine.
Jadwal MCU PPIH Non Kesehatan Kloter dan Arab Saudi
Berdasarkan nota dinas, berikut jadwal pelaksanaan MCU PPIH Non Kesehatan Kloter dan Arab Saudi:
- Pengumuman pelaksanaan MCU: 15 September 2026
- Pelaksanaan MCU: 16-22 September 2026
- Verifikasi dan validasi MCU: 17-24 September 2026
- Pengumuman hasil MCU: 25 September 2026
- Pengumuman peserta diklat: 28 September 2026
Untuk pelaksanaan MCU, batas akhir pengunggahan hasil pemeriksaan ditetapkan pada 22 September 2026 pukul 23.59 WIB. Kemenhaj juga mencantumkan catatan bahwa jadwal tersebut bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Jadwal MCU PPIH Kesehatan Kloter dan Arab Saudi
Sedangkan untuk jadwal pengumuman dan pelaksanaan MCU PPIH Kesehatan Kloter dan Arab Saudi adalah sebagai berikut:
- Pengumuman pelaksanaan MCU: 4 September 2026
- Pelaksanaan MCU: 7-13 September 2026
- Verifikasi dan validasi MCU: 8-18 September 2026
- Pengumuman hasil MCU: 25 September 2026
- Pengumuman peserta diklat: 28 September 2026
Batas akhir unggah hasil MCU untuk tahapan tersebut ditetapkan pada 13 September 2026 pukul 23.59 WIB.
Hasil MCU Jadi Bagian Penilaian Kelayakan Kesehatan
Kemenhaj menegaskan peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Hasil pemeriksaan kesehatan nantinya menjadi bagian dari verifikasi dan penilaian kelayakan kesehatan calon petugas PPIH sesuai ketentuan yang berlaku.
Peserta yang tidak mengikuti pemeriksaan sesuai jadwal atau tidak memenuhi persyaratan pemeriksaan dapat dinyatakan tidak lanjut ke tahapan seleksi berikutnya sesuai ketentuan.
Biaya pemeriksaan MCU menjadi tanggungan masing-masing pendaftar. Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan MCU memiliki masa berlaku 3 bulan sejak tanggal pemeriksaan.
Hasil MCU Diverifikasi Tim Pusat Kesehatan Haji
Hasil medical check-up peserta tidak hanya diunggah secara mandiri. Panitia seleksi Tim MCU Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan validasi dan verifikasi terhadap hasil MCU PPIH Kesehatan maupun Non Kesehatan Tahun 1448 H/2027 M.
Dengan demikian, peserta perlu memastikan seluruh pemeriksaan dilakukan sesuai standar dan seluruh dokumen hasil pemeriksaan diunggah melalui laman yang telah ditentukan.
