Mengapa Nabi Muhammad Melakukan Puasa Senin?

Mengapa Nabi Muhammad Melakukan Puasa Senin?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 26 Jan 2026 17:00 WIB
Mengapa Nabi Muhammad Melakukan Puasa Senin?
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Foto: iStock
Jakarta -

Rasulullah SAW menyambut Senin dengan puasa sunnah. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan bagi sebagian umat Islam, mengapa Nabi Muhammad SAW melakukan puasa Senin?

Ternyata, di balik puasa tersebut tersimpan rahasia besar, mulai dari peringatan hari lahir hingga momen diangkatnya amal ibadah seorang hamba di hadapan Allah SWT. Berikut penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Puasa Senin

Dijelaskan dalam Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah oleh Abu Aunillah Al-Baijury, puasa Senin--dan Kamis--adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menjadi teladan yang baik dalam hal ini, karena beliau senang melakukannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman, 'Tangguhkan keduanya." (HR Ahmad)

ADVERTISEMENT

Dikutip dalam buku Mengapa Harus Puasa Senin dan Kamis karya Asrar Mabrur Faza, tidak terdapat kewajiban mengiringi puasa puasa hari Senin dan Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari ketika amal ibadah seorang hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, sebaiknya puasa Senin diikuti dengan puasa pada Kamis.

Alasan Nabi Melakukan Puasa Senin

Masih dikutip dari buku sebelumnya, terdapat hikmah mengapa Nabi Muhammad SAW memilih dan melakukan puasa pada hari Senin. Antara lain sebagai berikut:

1. Hari Lahir dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Hari Senin jika dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW merupakan momen bersejarah bagi dirinya. Mulai dari hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, diangkatnya menjadi Nabi, dan diturunkannya Al-Qur'an pertama kali.

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya terkait puasa Senin, beliau bersabda, "Itu adalah hari aku dilahirkan, diangkat menjadi Nabi, dan diturunkannya kepadaku Al-Qur'an (pertama kali)." (HR Muslim dari Abu Qatadah Al-Anshari)

Dalam riwayat lain, Abu Qatadah bertanya, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang puasa Senin dan Kamis?" Rasulullah SAW bersabda, "Pada hari itu aku dilahirkan dan Al-Qur'an diturunkan kepadaku (pertama kali)." (HR Abu Dawud dari Abu Qatadah, hadits shahih)

Dalam riwayat lain juga disebutkan, bahwa Senin merupakan hari wafatnya Nabi Muhammad SAW, hari hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah dan hari diangkatnya Hajar Aswad.

Ibnu Abbas berkata, "Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin, wafat pada hari Senin, diangkat menjadi Nabi pada hari Senin, melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin, sampai di Madinah hari Senin, Hajar Aswad diangkat kembali ke tempatnya (juga) pada hari Senin." (HR Ahmad dan Ibnu Abbas)

2. Hari Diangkatnya Amal Ibadah Seorang Hamba

Hikmah lain mengapa Nabi Muhammad melakukan puasa Senin adalah berkaitan dengan masa diangkatnya amal seorang hamba ke hadirat Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits maqbul berikut ini.

Rasulullah SAW bersabda, "Amal-amal perbuatan manusia dilaporkan dua kali dalam seminggu, yaitu hari Senin dan Kamis. Setiap orang yang beriman akan mendapat ampunan Allah, kecuali orang yang antara dirinya dan saudaranya ada perselisihan. Dikatakan, 'Akhirkanlah (ampunan bagi) keduanya, sampai mereka berdamai'." (HR Muslim dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Amal-amal perbuatan manusia dilaporkan pada hari Senin dan Kamis. Aku senang kalau amalanku dilaporkan pada saat berpuasa." (HR At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, hadits hasan gharib)

3. Hari Dibukanya Pintu Gerbang Surga

Hikmah berikutnya mengapa Nabi Muhammad melakukan puasa Senin adalah hari dibukanya pintu gerbang surga. Rasulullah SAW bersabda, "Pintu-pintu surga akan dibukakan pada hari Senin dan Kamis. Semua hamba yang tidak melakukan syirik akan diampuni oleh Allah, kecuali ada orang yang memiliki rasa permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan kepadanya, 'Tunda dulu ampunan bagi dua orang yang berselisih ini sampai keduanya berdamai!' Tunda dulu ampunan bagi kedua orang yang berselisih ini, sampai keduanya berdamai! Tunda dulu ampunan bagi kedua orang yang berselisih ini, sampai keduanya berdamai!" (HR Muslim dari Abu Hurairah)

4. Hari yang Diberkahi Allah SWT

Hikmah terakhir mengapa Nabi melakukan puasa Senin adalah hari yang diberkahi oleh Allah SWT. Safiyurrahman al-Mubarakfuri dalam al-Rahiiiq al-Makhtuum, menyebutkan beberapa peristiwa yang menjadi bukti keberkahan yang dirasakan oleh umat Islam pada hari Senin. Seperti hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dan Perang Badar.

Kedua peristiwa tersebut, menurut sebuah riwayat yang dikutip oleh Abu Na'im Al-Asbahani dalam kitabnya Ma'rifa Ash-Shahaabah, "Rasulullah tiba di Madinah (waktu hijrah) pada hari Senin, yaitu pada tanggal 14 Rabiul Awal. Perang Badar juga pada hari Senin bulan Ramadan."

Salah satu bentuk keberkahan yang diperoleh adalah berkah untuk Nabi Muhammad SAW sendiri, ketika memohon terkabulnya doa dan permohonan beliau setelah tiga hari dan dimulai dari hari Senin.

"Nabi SAW berdoa (minta pertolongan kepada Allah) tiga kali di dalam masjid Al-Fath, yaitu pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Doa beliau baru terkabul di saat antara dua salat pada hari Rabu. Hal ini diketahui dari keceriaan yang ada di wajah beliau. Jabir berkata, 'Tiada satu hal pun yang sulit bagiku, kecuali aku mencoba untuk berdoa pada saat itu juga, dan akhirnya aku pun tahu diijabahnya doa tersebut." (HR Ahmad dari Abdullah bin Jabir RA, hadits hasan)

Wallahu a'lam.




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads