Malam Nisfu Syaban adalah waktu yang sangat spesial bagi umat Islam. Banyak yang menantikannya sebagai momen tepat untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Malam ini dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan, di mana pintu rahmat dan ampunan dibuka luas bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri.
Dalam riwayat hadits, malam Nisfu Syaban dijelaskan sebagai malam penuh ampunan dan penetapan. Sehingga umat Islam dianjurkan untuk menghidupkannya dengan doa, dzikir, serta berbagai amal kebaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun ini, pemerintah bersama sejumlah organisasi Islam di Indonesia menetapkan awal bulan Syaban, yakni 1 Syaban 1447 H, secara bersamaan. Sehingga umat Islam dapat menyambut Nisfu Syaban secara serempak.
Lantas, kapan tepatnya malam Nisfu Syaban berlangsung dan apa saja amalan yang bisa kita kerjakan untuk mengisi malam penuh keutamaan tersebut? Berikut ini penjelasan lengkap beserta kalender Syaban 1447 H yang dapat menjadi panduan bagi umat Islam dalam mempersiapkan dan melaksanakan ibadah dengan optimal.
Pengertian Nisfu Syaban
Berdasarkan Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember berjudul Tradisi Nisfu Syaban di Pondok Pesantren Bintang Sembilan Dukuh Dempok Jember karya Umi Latifatun Nihayah, istilah Nisfu Syaban merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Arab, nisfu dan Syaban.
Kata nisfu berasal dari kata kerja nashafa, yanshifu, nashfan yang bermakna setengah atau pertengahan, sementara Syaban merujuk pada bulan Syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah.
Jadwal Nisfu Syaban 2026
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, awal bulan Syaban 1447 H ditetapkan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Penetapan tersebut sejalan dengan keputusan Muhammadiyah yang juga menetapkan 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh Muhammadiyah.
Selain itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagaimana dikutip dari laman NU Online, turut menetapkan tanggal yang sama untuk 1 Syaban 1447 H. Keputusan ini tercantum dalam Pengumuman Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026.
Dengan begitu, malam Nisfu Syaban yang bertepatan dengan 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Perlu dipahami bahwa dalam penanggalan Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari. Oleh karena itu, waktu Nisfu Syaban dimulai sejak Senin, 2 Februari 2026, selepas Maghrib, sebagai awal pelaksanaan ibadah dan amalan malam pertengahan bulan Syaban hingga keesokan harinya.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Beberapa keistimewaan malam tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Waktu Disampaikannya Amal Perbuatan
Dalam buku 32 Faidah Seputar Bulan Syaban karya Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dijelaskan bahwa amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah SWT pada malam Nisfu Syaban. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, puasa, serta beragam amal kebajikan lainnya.
2. Malam Penuh Ampunan
Malam Nisfu Syaban juga dikenal sebagai waktu turunnya ampunan Allah SWT, di mana hamba diberikan kesempatan luas untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Dosa-dosa hamba-Nya akan diampuni.
Keutamaan malam Nisfu Syaban juga disebutkan dalam sejumlah hadits yang dikutip dari buku Kumpulan Artikel Syaban dan Ramadhan karya Ammi Nur Baits.
تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ" فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: " إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يُنَزِّلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرِ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمٍ كَلْبٍ
Artinya: Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya, "Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?" (maksudnya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan, "Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka Anda mendatangi istri yang lain." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb." (HR At-Tirmidzi)
Menurut penelusuran detikHikmah, hadits tersebut diriwayatkan dari Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah RA. Hadits ini dinilai dhaif, ulama lain menyebut sanadnya tidak kuat tapi Al-Albani menganggapnya shahih.
Wallahu a'lam.
(hnh/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat