Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan

Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 06 Mar 2026 13:32 WIB
Ilustrasi bendera Rusia
Ilustrasi bendera Rusia (Foto: Dok. Anadolu Agency)
Jakarta -

Rusia menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sengaja menyeret negara-negara Arab ke konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Diketahui, negara-negara Arab di Teluk yang merupakan sekutu dekat AS telah jadi target sasaran serangan drone hingga rudal Iran sejak AS-Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026.

"Para agresor berupaya menabur perselisihan di dunia Islam selama bulan suci Ramadan. Mereka sengaja memprovokasi Iran untuk melakukan serangan balasan terhadap target di beberapa negara Arab yang mengakibatkan kerugian jiwa dan materi. Rusia sangat menyesalkan perkembangan ini," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan pada 5 Maret 2026, dikutip dari situs resminya, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moskow menilai upaya-upaya tersebut dirancang untuk menarik negara-negara Arab ke dalam perang dengan mempromosikan agenda asing. Sementara itu, hal ini juga mengalihkan perhatian dari situasi bencana yang dialami rakyat Palestina.

ADVERTISEMENT

Rusia juga menyerukan kembali kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konfrontasi yang sedang berlangsung untuk segera menghentikan permusuhan, termasuk serangan yang tidak dapat diterima yang menargetkan wilayah negara-negara Arab di Teluk Persia.

Moskow menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas memburuknya situasi di Timur Tengah. Setelah melancarkan operasi militer untuk menggulingkan pemerintahan sah Iran dengan dalih yang dibuat-buat, Amerika Serikat dan Israel, kata Moskow, tidak menunjukkan tanda-tanda akal sehat atau kemauan untuk menghentikan pertumpahan darah.

Rusia sebelumnya menawarkan menjadi mediator negara-negara Teluk dengan Iran. Dilansir The Straits Times, Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan para pemimpin empat negara Teluk Arab pada 2 Maret 2026. Ia menawarkan untuk menggunakan relasi Moskow dengan Iran sebagai upaya menyampaikan kekhawatiran terkait serangan Teheran terhadap infrastruktur minyak di seluruh wilayah tersebut.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads