Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra-mitranya berhasil mengirimkan 37.000 metrik ton yang sebagian besar berupa makanan ke Gaza sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025 lalu atau per hari ini terhitung sudah 28 hari setelah gencatan senjata. Namun menurut penuturan juru bicara PBB Farhan Haq, Gaza masih membutuhkan banyak bantuan lain.
"Meskipun ada kemajuan signifikan dalam peningkatan skala bantuan kemanusiaan, kebutuhan mendesak masyarakat masih sangat besar, dengan hambatan yang belum diatasi dengan cukup cepat sejak gencatan senjata," ungkap Haq, dilansir dari Aljazeera pada Sabtu (8/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengkritik masuknya pasokan kemanusiaan ke Gaza masih dibatasi hanya pada dua penyeberangan, yaitu penyeberangan al-Karara atau Kissufirm dan Karem Abu Salem atau Kerem Shalom.
Selain itu, tidak ada akses langsung menuju ke Gaza utara dari Israel atau Gaza selatan dari Mesir, sementara staf LSM ditolak aksesnya. Awal pekan ini, PBB mengatakan sudah mendistribusikan paket makanan kepada satu juta orang di Gaza sejak gencatan senjata.
Program Pangan Dunia PBB turut menekankan seluruh titik penyeberangan ke jalur Gaza harus dibuka untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah yang dilanda kelaparan. Menurut mereka, tak ada alasan jelas terkait ditutupnya penyeberangan utara tetep ditutup.
Warga Palestina di seluruh Gaza terus menghadapi kekurangan makanan, air, obat-obatan, dan pasokan penting karena adanya pembatasan dari pihak Israel. Banyak keluarga yang kekurangan tempat berlindung yang memadai karena rumah serta lingkungannya sudah hancur total imbas pengeboman Israel selama dua tahun belakangan.
Eks juru bicara UNRWA Chris Gunness mengatakan Israel melakukan kejahatan perang dengan memblokir bantuan ke Gaza. Dia mencatat sudah puluhan ribu warga Palestina termasuk anak-anak yang berisiko mengalami malnutrisi.
Gunness juga menuturkan jika Israel tidak memenuhi kewajibannya dalam mengizinkan bantuan masuk ke jalur Gaza, maka negara-negara pihak ketiga harus bertindak.
"Israel telah menegaskan bahwa mereka ingin melakukan genosida terhadap warga Palestina, mereka ingin membersihkan etnis mereka, dan mereka ingin membuat mereka (warga Palestina) kelaparan," kata Gunness.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru
Bolehkah Kuburan Muslim Dicor Semen atau Dipagar?