Pelunasan Haji 2026 Hampir 100 Persen, Kemenhaj Pastikan Jemaah Istithaah

Pelunasan Haji 2026 Hampir 100 Persen, Kemenhaj Pastikan Jemaah Istithaah

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 08 Jan 2026 13:15 WIB
Pelunasan Haji 2026 Hampir 100 Persen, Kemenhaj Pastikan Jemaah Istithaah
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf ditemui usai Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Devi Setya/detikcom
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat progres signifikan dalam proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1447 H/2026 M. Tingkat pelunasan baik untuk jemaah haji reguler maupun khusus telah melampaui angka 95 persen.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan pelunasan jemaah haji reguler telah mencapai 95,72 persen, sementara jemaah haji khusus berada di angka 96,5 persen.

"Pelunasan haji reguler dan khusus sampai penutupan sore tadi pelunasannya 95,72 persen untuk jemaah reguler dan untuk jemaah khusus 96,5 persen. Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah kita akan bisa mencapai 100 persen dua hari mendatang," ujar Gus Irfan di Asrama Haji Jakarta, Kamis (8/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Diperketat

Dari sisi kesehatan, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah yang telah melakukan pelunasan telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan atau istithaah. Tahun ini, proses pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan standar yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Gus Irfan mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dengan Kementerian Haji Arab Saudi yang menginginkan jemaah haji benar-benar siap secara fisik.

ADVERTISEMENT

"Hari ini insyaallah semua yang melakukan pelunasan itu sudah melampaui pemeriksaan kesehatan. Tahun ini proses pemeriksaan kesehatan relatif lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kita mendapatkan permintaan dari Kementerian Haji Saudi," ujarnya.

Ia menegaskan kesiapan fisik jemaah menjadi syarat utama, tidak hanya kesiapan mental.

"Mereka ingin bahwa jemaah haji kita benar-benar jemaah yang siap secara fisik, bukan cuma secara mental, fisik juga siap," lanjutnya.

Meski pemeriksaan kesehatan diperketat sejak awal, Gus Irfan memastikan layanan medis selama pelaksanaan haji tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Kesehatan jemaah akan terus dipantau dan dilayani selama berada di Tanah Suci.

"Terkait dengan kesehatan ini, layanan medis tetap tidak terlewatkan karena kesehatan para jemaah tetap menjadi fokus utama," tegasnya.

Pembekalan Petugas Haji Selama Satu Bulan

Kemenhaj juga menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya para petugas haji yang akan melayani jemaah di Arab Saudi. Gus Irfan menjelaskan para petugas telah dan akan mendapatkan pembekalan secara intensif selama satu bulan penuh.

Pembekalan tersebut meliputi berbagai aspek penting, mulai dari persiapan fisik hingga pemahaman tugas yang akan dijalankan di Tanah Suci.

"Selama satu bulan ini, tentu banyak hal yang akan saya sampaikan. Pertama itu persiapan fisik, kedua pemahaman tentang tugas yang akan mereka lakukan di Saudi," jelas Gus Irfan.

Tak hanya itu, petugas haji juga akan dibekali pemahaman fikih haji serta dasar-dasar bahasa Arab yang diharapkan dapat membantu kelancaran komunikasi dan pelayanan kepada jemaah.

Ia kembali menekankan para petugas haji merupakan representasi kehadiran negara dalam melayani jemaah.

"Terkait petugas haji tadi, ditekankan bahwa petugas haji perwakilan dari layanan negara kepada jemaah haji dan itu kita siapkan selama satu bulan," pungkas Gus Irfan.




(dvs/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads