Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan kepastian penerbangan jemaah haji dan kesiapan embarkasi pada musim haji 1447H/2026 M.
Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa penetapan jadwal penerbangan tahun ini dilakukan jauh lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah tersebut diambil untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi jemaah.
"Penerbangan insyaallah sudah kita fix-kan. Itu berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu penerbangan masih berganti-ganti hingga mendekati hari H, tapi sekarang sudah jauh-jauh sebelumnya kita tetapkan kepastian," tegas Gus Irfan di Asrama Haji Jakarta, Kamis (8/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Irfan menyebut penerbangan menuju Arab Saudi dan kembali lagi ke Indonesia akan dilayani oleh dua maskapai penerbangan yakni Saudia Airlines dan Garuda Indonesia.
Gus Irfan menegaskan, dengan kepastian tersebut, potensi kendala pada aspek transportasi udara dapat ditekan seminimal mungkin.
"Insyaallah penerbangan kita tidak akan ada kendala yang signifikan," imbuhnya.
Tahap Penyusunan Kloter
Kemenhaj saat ini sedang memfokuskan perhatian pada penyusunan kelompok terbang (kloter). Gus Irfan menjelaskan bahwa total jemaah yang akan diberangkatkan pada musim haji 2026 mencapai lebih dari 221 ribu orang.
"Agenda utama kita yang mendekati ini adalah penyusunan kloter. Dan kloter ini tentu karena kita memberangkatkan 203.000 jemaah totalnya yang reguler, dan 18.000 yang khusus," jelasnya.
Penyusunan kloter tersebut akan diikuti dengan penetapan lokasi pemondokan jemaah, baik di Madinah maupun Makkah, serta pembagian kelompok dan penunjukan ketua kloter.
"Setelah disusun kloter, kloter ini nanti tinggal di mana, hotelnya di mana di Madinah, di Makkah, begitu juga pembagian kelompoknya, ketua kloternya juga sudah kita siapkan," kata Gus Irfan.
Dari sisi embarkasi, Kemenhaj memastikan seluruh titik keberangkatan jemaah telah dipersiapkan. Tahun ini, terdapat penambahan dua embarkasi baru guna memperlancar proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
"Embarkasi sudah kita siapkan semuanya. Tahun ini ada tambahan dua embarkasi, embarkasi di Banten untuk jamaah Jawa Barat, sebagian Jawa Barat. Kemudian ada penambahan embarkasi di Jogja," ungkap Gus Irfan.
Embarkasi Yogyakarta menjadi perhatian khusus karena mengusung konsep yang berbeda dari daerah lain. Kemenhaj tidak membangun asrama haji, melainkan memanfaatkan hotel sebagai fasilitas embarkasi.
"Jogja ini agak istimewa karena kita membuat embarkasi tanpa memiliki asrama haji. Kita menggunakan hotel yang ada di sana untuk digunakan sebagai asrama haji sebagai persiapan untuk keberangkatan maupun pemulangannya," jelasnya.
Menurut Gus Irfan, konsep tersebut diharapkan menjadi model baru penyelenggaraan embarkasi haji yang lebih efisien.
"Kita upayakan tidak perlu membangun asrama haji sehingga insyaallah Jogja menjadi salah satu percontohan bagaimana embarkasi tanpa asrama haji," tambahnya.
Sementara itu, untuk asrama haji yang telah ada, Kemenhaj tengah melakukan perbaikan, terutama pada fasilitas fisik yang dinilai kurang layak.
"Beberapa asrama haji memang ada yang perlu perbaikan terutama fisiknya sehingga kita upayakan sebelum pemberangkatan jamaah haji, beberapa asrama yang kurang layak kita bisa perbaiki," tutupnya.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Israel Serang Gaza dengan Senjata Pemusnah Tubuh, MUI Pertanyakan Peran Board of Peace
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak