Baik Al-Qur'an maupun sabda Rasulullah SAW sudah banyak yang menjelaskan apa saja ciri-ciri orang yang munafik. Sementara munafik adalah sikap menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang disembunyikan.
Ajaran Islam mengecam keras sifat munafik tersebut. Salah satunya yang termaktub dalam surah At Taubah ayat 68 yang berbunyi,
ŲŲØšŲØ¯Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲ°ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲŲŲ°ŲŲŲŲ°ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲØ§ØąŲ ŲŲØ§ØąŲ ØŦŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŽŲ°ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØ§Û ŲŲŲŲ ØŲØŗŲØ¨ŲŲŲŲ Ų ÛŲŲŲŲØšŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ÛŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ų ŲŲŲŲŲŲŲ ŲÛ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: Allah telah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang kekal.
Untuk itu, alangkah baiknya bila muslim memahami ciri-ciri yang ada dalam diri orang-orang munafik untuk menghindarinya. Apa saja ciri orang munafik tersebut?
Ciri Orang Munafik Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Utamanya, ciri orang munafik dijelaskan secara umum dalam surah Al Munafiqun ayat 4. Allah SWT berfirman,
ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§ ØąŲØ§ŲŲŲØĒŲŲŲŲ Ų ØĒŲØšŲØŦŲØ¨ŲŲŲ Ø§ŲØŦŲØŗŲØ§Ų ŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŗŲŲ ŲØšŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŽŲØ´ŲØ¨Ų Ų ŲŲØŗŲŲŲŲØ¯ŲØŠŲ ÛŲŲØŲØŗŲبŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ØĩŲŲŲØŲØŠŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲدŲŲŲŲ ŲŲØ§ØŲØ°ŲØąŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ØĒŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ÛØ§ŲŲŲŲ°Ų ŲŲØ¤ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ
Artinya: Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?
Sayid Ali Khamene'i, Syekh Nashir Makarim Syirazi, dan Syekh Ja'far Subhani dalam Buku Tafsir Surah al-Jumu'ah dan al-Munafiqun: Membongkar Ciri Kaum Munafik menyebutkan, ciri orang munafik yang pertama adalah penampilan yang memesona dan membuat kagum orang lain.
Namun, Sayid dkk menunjuk pada kalimat tubuh yang mengagumkan pada ayat ini. Mereka menafsirkan, hal itu berarti yang menarik dari orang munafik adalah segi jasmani dan penampilan luarnya karena mereka memang tidak memiliki basis spiritual sesuai dengan surah Muhammad ayat 11.
Ciri yang kedua digambarkan pada surah Al Munafiqun ayat 4 adalah orang munafik bagaikan kayu yang tersandar. Pasalnya, orang munafik dianggap tidak dapat berdiri di atas kaki sendiri hingga harus bersandar pada sesuatu.
Dan ciri orang munafik yang terakhir pada ayat Al-Qur'an ini adalah mereka selalu cemas karena menganggap seruan keras ditujukan kepada mereka.
Selain itu, disebutkan pula dalam firman lain yakni surah Al Baqarah ayat 11. Allah SWT berfirman,
ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ ØĒŲŲŲØŗŲدŲŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØŲŲŲ Ų ŲØĩŲŲŲØŲŲŲŲŲ
Artinya: Apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi," mereka menjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan."
As-Saddi dalam tafsirnya mengutip pendapat Ibnu Mas'ud dan dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW. Maksud dari kerusakan di bumi adalah perbuatan kekufuran dan maksiat. Namun, elakkan dari orang munafik itu langsung dibantah oleh Allah SWT dalam ayat setelahnya yakni surat Al Baqarah ayat 12.
اŲŲŲØ§Ų اŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØŗŲدŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ°ŲŲŲŲ ŲŲŲØ§ ŲŲØ´ŲØšŲØąŲŲŲŲŲ
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
Kemudian, Rasulullah SAW juga turut menjelaskan empat ciri orang yang munafik dalam haditsnya. Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu yang mengutip sabda Rasulullah SAW,
ØŖŲØąŲØ¨ŲØšŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ Ų ŲŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ØŽŲØ§ŲŲØĩŲØ§ Ø ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲ ØŽŲØĩŲŲŲØŠŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲ ØŽŲØĩŲŲŲØŠŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§ŲŲ ØŲØĒŲŲŲ ŲŲØ¯ŲØšŲŲŲØ§ ØĨŲØ°Ųا Ø§Ø¤ŲØĒŲŲ ŲŲŲ ØŽŲØ§ŲŲ ŲŲØĨŲØ°Ųا ØŲدŲŲØĢŲ ŲŲØ°ŲØ¨Ų ŲŲØĨŲØ°Ųا ØšŲØ§ŲŲØ¯Ų ØēŲØ¯ŲØąŲ Ø ŲŲØĨŲØ°Ųا ØŽŲØ§ØĩŲŲ Ų ŲŲØŦŲØąŲ
Artinya: "Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: jika diberi amanat, khianat; jika berbicara, dusta; jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; jika berselisih, dia akan berbuat zalim." (HR Muslim)
(rah/lus)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru