Pemerintah Filipina menetapkan Jumat, 20 Maret 2026 sebagai hari libur nasional untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri. Penetapan ini menjadi bagian dari pengakuan negara terhadap pentingnya perayaan tersebut bagi umat muslim di Filipina.
Kantor berita Filipina (PNA) melaporkan, pengumuman mengenai hari libur nasional tersebut disampaikan Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. dalam sebuah acara buka puasa bersama yang digelar di Istana Kepresidenan Malacañang, Kamis (12/3/2026).
"Menurut Istana, deklarasi tersebut mengakui pentingnya Idul Fitri, yang mengakhiri bulan Ramadan, periode yang dikhususkan umat Muslim untuk berdoa, berpuasa, refleksi diri, dan beramal," kata laporan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Gulf News, Sabtu (14/3/2026), Presiden Marcos hadir bersama para pejabat pemerintah serta anggota komunitas muslim untuk berbuka puasa bersama.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah Filipina kembali menegaskan komitmennya dalam menghormati tradisi dan kontribusi masyarakat muslim di negara tersebut.
Acara buka puasa di istana kepresidenan tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga simbol penghargaan negara terhadap keberagaman budaya dan agama. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Marcos menegaskan pentingnya menghormati tradisi umat Islam serta peran mereka dalam kehidupan sosial di Filipina.
Pemerintah Filipina menilai Idul Fitri memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam. Dengan menetapkan tanggal 20 Maret 2026 sebagai hari libur nasional, pemerintah memberikan kesempatan bagi umat muslim untuk merayakan Idul Fitri secara khidmat bersama keluarga.
Idul Fitri sebagai Hari Raya Besar Umat Islam
Istana kepresidenan Filipina juga menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan salah satu dari dua hari raya besar dalam Islam. Hari raya ini dirayakan oleh umat muslim di berbagai negara di dunia sebagai penanda berakhirnya ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Perayaan Idul Fitri biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, seperti pelaksanaan salat Id berjamaah, berkumpul bersama keluarga, hingga memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi umat Islam, hari raya ini bukan hanya momen perayaan, tetapi juga waktu untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat hubungan sosial, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan, Presiden Marcos juga menggelar acara buka puasa besar-besaran di istana kepresidenan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat muslim dan pejabat pemerintah.
Acara tersebut digambarkan sebagai sebuah malam yang diisi dengan refleksi, kebersamaan, dan berbagi berkah antara umat muslim dan non-muslim.
Kantor Komunikasi Kepresidenan menyatakan pertemuan tersebut menyoroti komitmen bersama antara pemerintah Filipina dan Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) untuk terus memperkuat persatuan, inklusivitas, dan perdamaian yang berkelanjutan.
Wilayah Bangsamoro sendiri dikenal sebagai daerah dengan populasi muslim terbesar di Filipina, sehingga memiliki peran penting dalam dinamika sosial dan politik negara tersebut.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji
Tutup Kekurangan Biaya Haji Rp 1,77 T, Menhaj: Kami Masih Diskusi dengan DPR