Dasar-dasar Ekonomi Islam, Bahas Soal Harta sampai Zakat

Dasar-dasar Ekonomi Islam, Bahas Soal Harta sampai Zakat

Cicin Yulianti - detikHikmah
Selasa, 10 Jan 2023 16:00 WIB
Dasar-dasar Ekonomi Islam, Bahas Soal Harta sampai Zakat
Dasar-dasar Ekonomi Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mohamad Faizal Bin Ramli
Jakarta -

Sistem ekonomi Islam atau syariah saat ini mulai banyak diterapkan oleh beberapa negara salah satunya Indonesia. Sistem ini berbeda dengan sistem kapitalisme atau sosialisme. Lantas, bagaimana dasar - dasar Ekonomi Islam ini?


Secara umum, Ekonomi Islam adalah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah ekonomi dengan prinsip berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam buku Pengantar Ekonomi Islam oleh H. Muklis Bin Abdul Aziz dan Didi Suardi bahwa aplikasi dari Ekonomi Islam ini berorientasi pada syariah dan moral.


Pengertian Ekonomi Islam


Sebelum mengetahui dasar - dasar ekonomi Islam, alangkah baiknya untuk memahami apa pengertian ekonomi Islam terlebih dahulu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Muhammad Abdul Mannan, Ekonomi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.


Sedangkan menurut Metwally, ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku muslim dalam masyarakat Islam dengan mengikuti ajaran Al-Qur'an, hadits, ijma maupun qiyas.

ADVERTISEMENT


Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Ekonomi Islam adalah perangkat yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Dengan begitu, ekonomi Islam bisa dikatakan sebagai unsur-unsur yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan ekonomi.


Dasar - dasar Ekonomi Islam


Menurut Metwally, dasar - dasar ekonomi Islam adalah sebagai berikut:


1. Orientasi pada Urusan Dunia dan Akhirat


Islam mengajarkan umatnya agar tidak meninggalkan urusan akhirat ketika hendak mengejar urusan duniawi. Hal ini beriringan dengan firman Allah SWT dalam Al- Qur'an Surat Al Qasas ayat 77 yang berbunyi:


ŲˆŲŽŲąØ¨Ų’ØĒŲŽØēؐ ŲŲŲŠŲ…ŲŽØ§Ų“ ØĄŲŽØ§ØĒŲŽŲ‰Ų°ŲƒŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲąŲ„Ø¯Ų‘ŲŽØ§ØąŲŽ ŲąŲ„Ų’ØĄŲŽØ§ØŽŲØąŲŽØŠŲŽ ۖ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ†ØŗŲŽ Ų†ŲŽØĩŲŲŠØ¨ŲŽŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ۖ ŲˆŲŽØŖŲŽØ­Ų’ØŗŲŲ† ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŽØ­Ų’ØŗŲŽŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ۖ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¨Ų’Øēؐ ŲąŲ„Ų’ŲŲŽØŗŲŽØ§Ø¯ŲŽ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ۖ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŲŲ’ØŗŲØ¯ŲŲŠŲ†ŲŽ


Arab-latin: Wabtagi fÄĢmā ātākallāhud-dāral-ākhirata wa lā tansa naášŖÄĢbaka minad-dun-yā wa aá¸Ĩsing kamā aá¸Ĩsanallāhu ilaika wa lā tabgil-fasāda fil-arḍ, innallāha lā yuá¸Ĩibbul-mufsidÄĢn


Artinya: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."


2. Adanya Keseimbangan antara Urusan Pribadi dan Umum


Dasar 3konomi Islam yang satu ini menjadi acuan bagi yang melaksanakan untuk tidak mengenyampingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Allah SWT berfirman:


Ų…Ų‘ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŽŲŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡ŲÛĻ Ų…ŲŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲØąŲŽŲ‰Ų° ŲŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„ØąŲ‘ŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų ŲˆŲŽŲ„ŲØ°ŲŲ‰ ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰Ų° ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ŲŠŲŽØĒŲŽŲ°Ų…ŲŽŲ‰Ų° ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽØŗŲŽŲ°ŲƒŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲąØ¨Ų’Ų†Ų ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų ŲƒŲŽŲ‰Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ†ŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ„ŲŽØŠŲ‹Ûĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØēŲ’Ų†ŲŲŠŲŽØ§Ų“ØĄŲ Ų…ŲŲ†ŲƒŲŲ…Ų’ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ ØĄŲŽØ§ØĒŲŽŲ‰Ų°ŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„ØąŲ‘ŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų ŲŲŽØŽŲØ°ŲŲˆŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽŲ‰Ų°ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ŲŲŽŲąŲ†ØĒŲŽŲ‡ŲŲˆØ§ÛŸ ۚ ŲˆŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ۖ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø´ŲŽØ¯ŲŲŠØ¯Ų ŲąŲ„Ų’ØšŲŲ‚ŲŽØ§Ø¨Ų


Arab latin: Mā afā`allāhu 'alā rasáģĨlihÄĢ min ahlil-qurā fa lillāhi wa lir-rasáģĨli wa liÅŧil-qurbā wal-yatāmā wal-masākÄĢni wabnis-sabÄĢli kai lā yakáģĨna dáģĨlatam bainal-agniyā`i mingkum, wa mā ātākumur-rasáģĨlu fa khuÅŧáģĨhu wa mā nahākum 'an-hu fantaháģĨ, wattaqullāh, innallāha syadÄĢdul-'iqāb


Artinya: "Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS Al Hasyr : 7 )


3. Jaminan Atas Hak Individu


Jaminan hak individu berarti keuntungan yang didapat berbeda dengan sistem kapitalis. Kebebasan mendapatkan keuntungan pun harus dilakukan dengan cara halal dan tidak menimbulkan riba karena hukumnya adalah haram.


4. Harta yang Ada Hanya Titipan


Konsep rezeki atau harta dalam Islam adalah titipan dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:


ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ Ų„ŲŲŠŲŽØŦŲ’Ø˛ŲŲ‰ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØŖŲŽØŗŲŽŲ°Ų“Ų€Ų”ŲŲˆØ§ÛŸ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„ŲŲˆØ§ÛŸ ŲˆŲŽŲŠŲŽØŦŲ’Ø˛ŲŲ‰ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØŖŲŽØ­Ų’ØŗŲŽŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ Ø¨ŲŲąŲ„Ų’Ø­ŲØŗŲ’Ų†ŲŽŲ‰


Arab latin: Wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, liyajziyallaÅŧÄĢna asā`áģĨ bimā 'amiláģĨ wa yajziyallaÅŧÄĢna aá¸ĨsanáģĨ bil-á¸Ĩusnā


Artinya: "Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." (QS. An Najm : 31)


5. Kewajiban dalam Membayar Zakat


Zakat termasuk ke dalam urusan dalam ekonomi Islam yang hukumnya wajib untuk dibayar bagi siapa saja yang hartanya sudah cukup dengan syarat membayar zakat. Allah SWT berfirman:


ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚ŲŲŠŲ…ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽØĄŲŽØ§ØĒŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽŲąØąŲ’ŲƒŲŽØšŲŲˆØ§ÛŸ Ų…ŲŽØšŲŽ ŲąŲ„ØąŲ‘ŲŽŲ°ŲƒŲØšŲŲŠŲ†ŲŽ


Arab latin: Wa aqÄĢmuášŖ-ášŖalāta wa ātuz-zakāta warka'áģĨ ma'ar-rāki'ÄĢn


Artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. Al Baqarah : 43)

Semoga detikers dapat memahami bagaimana pengertian dari dasar-dasar ekonomi Islam.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads