Dua jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi meski seluruh rangkaian ibadah haji 2026 telah berakhir sejak awal Juli 2026. Meski sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau kondisi keduanya hingga dinyatakan pulih.
Dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Rabu (21/10/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah, dr. Dani Pramudya, mengatakan kedua jemaah tersebut masih mendapatkan penanganan di rumah sakit berbeda. Satu jemaah dirawat di Madinah, sedangkan satu lainnya menjalani perawatan di Jeddah.
"Saat ini masih ada dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi. Satu dirawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jemaah lagi dirawat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah," ujar dr. Dani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani menjelaskan, kedua jemaah tersebut masing-masing berasal dari Lamongan, Jawa Timur, dan Tangerang, Banten.
Jumlah jemaah haji Indonesia yang masih membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi kini jauh berkurang. Pada masa awal setelah rangkaian ibadah haji selesai, sekitar 60 jemaah masih menjalani perawatan. Angka tersebut kini turun menjadi dua orang.
Dani berharap kedua jemaah tersebut segera pulih sehingga dapat kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga.
"Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air," kata Dani.
Serangan Jantung hingga Infeksi Paru Dialami Jemaah Haji
Dani mengungkapkan, jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi mengalami beragam gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya merupakan penyakit serius yang memerlukan penanganan intensif.
Penyakit tersebut meliputi serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes atau kencing manis, hingga infeksi paru.
Kondisi kesehatan jemaah menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Selama berada di Arab Saudi, jemaah harus menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan stamina, berjalan dalam jarak tertentu, serta beradaptasi dengan kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda dari Indonesia.
Faktor usia dan riwayat penyakit juga perlu menjadi perhatian dalam mempersiapkan jemaah agar mampu menjalankan ibadah dengan aman.
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji 2027 untuk Jaga Kesehatan
Dani mengatakan, aspek istithaah kesehatan akan menjadi salah satu perhatian dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027. Istithaah kesehatan berkaitan dengan kemampuan jemaah secara fisik dan mental untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Ia mengimbau calon jemaah agar mulai menjaga kondisi tubuh sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Upaya tersebut diperlukan agar jemaah lebih siap menghadapi aktivitas fisik selama berada di Tanah Suci.
"Kami berharap kepada jemaah haji tahun 2027 agar benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani," ujarnya.
Menurut Dani, perbedaan kondisi alam antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Suhu udara, cuaca, aktivitas fisik, serta kepadatan jemaah dapat memengaruhi kondisi tubuh selama menjalankan ibadah.
"Menjaga kesehatan itu penting, karena kondisi alam antara di Indonesia dan di Arab Saudi itu berbeda," katanya.
Ia juga mengingatkan calon jemaah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) dengan sungguh-sungguh. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum keberangkatan.
"Dengan menjaga kesehatan, jemaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus, sehingga istithaah kesehatan terpenuhi," tutup Dani.
