Kesiapan kesehatan menjadi salah satu syarat penting sebelum berangkat haji. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan ratusan jemaah yang sudah di embarkasi pernah gagal berangkat haji karena kendala kesehatan.
Menhaj mengingatkan calon jemaah agar tidak menunda persiapan kesehatan hingga mendekati jadwal keberangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disampaikan karena pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, sebanyak 345 jemaah pernah gagal berangkat haji setelah dinyatakan tidak laik terbang meski telah tiba di embarkasi.
"Jemaah harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kesehatan dijaga, manasik diikuti dengan baik. Jangan sampai ketika sudah tiba waktunya berangkat, ternyata kondisi kesehatan tidak memungkinkan," ujar Irfan Yusuf saat rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Minggu (18/10/2026).
Menurut Menhaj, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa istitaah kesehatan harus dipersiapkan jauh sebelum keberangkatan. Pemeriksaan medis secara berkala diperlukan untuk memantau kondisi tubuh dan memastikan jemaah memenuhi persyaratan kesehatan.
Ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik karena jemaah harus menempuh perjalanan panjang, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, serta menjalankan berbagai rangkaian ibadah di tengah kondisi cuaca Arab Saudi yang berbeda dari Indonesia.
"Kita ingin jemaah berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah. Jangan hanya memikirkan keberangkatan, tetapi persiapkan juga kemampuan fisik dan pemahaman manasiknya," lanjut Irfan.
Pada musim haji 2027, Menhaj mengatakan istitaah kesehatan akan diperketat. Pengetatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kematian jemaah di Tanah Suci.
"Saya ingatkan kesehatan tahun ini mungkin lebih ketat dibanding tahun lalu. Tahun lalu kita bisa menekan angka kematian, tahun ini kita upayakan supaya angka kematian lebih ditekan lagi sehingga berkurang lagi dari tahun lalu," tegas Menhaj.
Pemerintah juga mengimbau jemaah untuk mengikuti informasi resmi mengenai tahapan persiapan haji. Kesiapan kesehatan dan pemahaman manasik menjadi bagian penting dari upaya melindungi jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan aman sesuai ketentuan.
