Pemerintah Malaysia mengimbau warganya untuk menunda sementara perjalanan umrah. Imbauan ini dikeluarkan menyusul serangan kelompok Houthi di dua bandara Arab Saudi.
Dilansir CNA dan Bernama, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan serangan rudal di Riyadh memicu kekhawatiran keamanan bagi warga negaranya, meskipun tidak ada insiden yang dilaporkan terjadi di Kota Makkah.
"Tidak ada insiden di Makkah, tetapi ledakan rudal di Riyadh telah menimbulkan kekhawatiran keamanan," kata Mohamad Hasan usai menghadiri pelepasan Raja Abdullah II dari Yordania di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (12/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menyasar beberapa fasilitas penerbangan, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Serangan ini terjadi pada Sabtu (10/10/2026) dan menewaskan 13 orang serta melukai lebih dari 300 orang. Serangan susulan dilaporkan terjadi pada Minggu menyebabkan satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengonfirmasi tidak ada warga negaranya yang menjadi korban tewas atau luka-luka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid maupun insiden yang melibatkan proyektil di dekat Bandara Internasional King Fahd, Dammam.
Dengan ini, pemerintah Malaysia mengimbau warganya untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak ke kota suci Makkah dan Madinah untuk sementara waktu.
Bandara King Khalid Riyadh Tutup Sementara
Operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup sementara usai serangan beruntun dilancarkan Houthi. Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) pada Senin (12/10) mengumumkan perpanjangan penangguhan operasi karena pihak berwenang terus melakukan inspeksi keselamatan menyusul serangkaian serangan Houthi yang menargetkan bandara tersebut.
Pihak berwenang, seperti dilansir Saudi Gazette, mengatakan perpanjangan tersebut diperlukan untuk menyelesaikan prosedur verifikasi keamanan fasilitas bandara dan memastikan kesiapan operasionalnya, berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait.
Laporan Reuters mengacu Notice to Airmen (NOTAM) yang dikeluarkan pada Senin, Bandara Internasional King Khalid akan ditutup hingga 17 Oktober 2026 pukul 21.00 GMT.
