Muncul Spekulasi Permintaan Sepihak Alasan KH Marzuki Di-blacklist Saudi

Muncul Spekulasi Permintaan Sepihak Alasan KH Marzuki Di-blacklist Saudi

M Bagus Ibrahim - detikHikmah
Rabu, 14 Okt 2026 18:30 WIB
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar
Mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Foto: Faiq Azmi
Jakarta -

Mantan Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mendadak gagal berangkat umrah sesaat sebelum boarding. Pihak maskapai Garuda memberi tahu dirinya tidak diperbolehkan terbang karena kena blacklist Arab Saudi.

"Jadi saat menunggu boarding, saya dipanggil pihak Garuda. Saya diberi tahu 'Bapak enggak bisa terbang, alasannya nama bapak di-blacklist oleh Arab Saudi'. Saya tanya apa alasannya dia bilang tidak tahu," ungkap Kiai Marzuki dilansir dari detikJatim, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kiai Marzuki mengaku belum mendapat alasan jelas kenapa namanya masuk blacklist otoritas Arab Saudi. Dia mengatakan banyak spekulasi liar di tengah masyarakat terkait alasan pencekalannya, termasuk adanya permintaan sepihak.

"Belum (ada penjelasan resmi kenapa kena blacklist). Nah itu yang membuat orang jadinya berspekulasi, apa karena punya masalah keimigrasian? Harusnya sejak kemarin Arab Saudi punya data soal itu dan tidak perlu keluar visa, tapi kalau nyatanya visa (saya) keluar ya itu artinya tidak ada masalah keimigrasian," terangnya.

ADVERTISEMENT

"Nah lalu orang jadi berspekulasi lagi mungkin ada request, kalau sifatnya mendadak gini tanpa ada request sepertinya tidak mungkin. Kemudian, andai memang benar-benar ada masalah, ketika KJRI Riyadh tanya ke PSS (otoritas keamanan tertinggi Arab Saudi), PSS masih minta waktu beberapa hari untuk mencari, ini menjadi indikator muncul spekulasi ada permintaan (agar di-blacklist)," sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad itu minta pemerintah membantu mengusut alasan pencekalannya. Termasuk siapa pihak yang memintanya jika spekulasi adanya permintaan blacklist itu terbukti.

"Kita mohon pemerintah dalam hal ini Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), Kemenhaj (Kementerian Haji dan Umrah), juga mungkin TNI-Polri, intelijen untuk tanya ke Garuda (pihak maskapai) atau Saudi. Kalau misal itu request (blacklist) itu permintaannya siapa," kata Kiai Marzuki.

Peristiwa pencekalan itu terjadi di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (5/10/2026) sore. Sedianya, Kiai Marzuki berangkat bersama anak dan istrinya pada Minggu (4/10/2026), tapi akhirnya menyusul karena harus menghadiri pernikahan anak kakaknya di Blitar.

Selengkapnya baca di sini dan di sini.



(kri/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads