Sejumlah negara Arab dan Muslim mengecam serangan pesawat nirawak (drone) Houthi yang menyasar gardu distribusi listrik di Madinah, Arab Saudi. Gardu tersebut diketahui memasok listrik untuk kawasan Masjid Nabawi.
Dikabarkan Saudi Gazette, Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman menyatakan serangan drone Houthi menyasar gardu distribusi listrik Taibah di Madinah pada Selasa, 29 September pukul 05.11 waktu setempat. Gardu tersebut merupakan fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara koalisi, Mayjen Turki Al-Maliki, mengatakan penyelidikan dan pemeriksaan puing-puing drone mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan.
Serangan tersebut menyebabkan satu transformator tidak beroperasi, tetapi tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan.
Sejumlah Negara Kecam Serangan
Dilansir dari Arab News, Jumat (2/1/2026) kecaman datang dari sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait. Mereka menegaskan solidaritas terhadap Arab Saudi di tengah serangkaian serangan yang kembali menyasar wilayah Kerajaan Saudi.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Albudaiwi mengecam serangan tersebut. Ia menilai penargetan fasilitas listrik yang melayani Masjid Nabawi merupakan eskalasi serius sekaligus provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Ia menegaskan keamanan Arab Saudi dan situs-situs sucinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan kolektif negara-negara anggota GCC.
"Serangan tersebut melampaui semua batas toleransi, merupakan provokasi nyata terhadap sentimen umat Islam di seluruh dunia, dan merupakan eskalasi serius dalam pelanggaran kesucian situs-situs suci Islam," ujar Albudaiwi dalam sebuah pernyataan.
Albudaiwi juga menyoroti serangan tersebut sebagai bagian dari pendekatan agresif yang mengabaikan nilai-nilai agama dan kemanusiaan untuk menargetkan Dua Masjid Suci dan wilayah sekitarnya.
UEA, Bahrain, dan Kuwait Kecam Serangan
Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan terhadap gardu listrik tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Arab Saudi sekaligus ancaman terhadap keamanan dan stabilitas Kerajaan.
UEA juga menegaskan kembali solidaritas penuh terhadap Arab Saudi serta dukungannya terhadap berbagai langkah yang diambil Kerajaan untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayahnya.
Kementerian Luar Negeri Bahrain turut mengecam keras serangan tersebut. Bahrain menyebut aksi itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional serta eskalasi berbahaya karena melibatkan fasilitas yang berkaitan dengan situs-situs suci Islam.
Bahrain juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil sikap tegas terhadap serangan berulang Houthi yang menyasar infrastruktur sipil dan situs keagamaan.
Negara tersebut juga menyerukan pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, termasuk Resolusi 2216.
Sementara itu, Kuwait mengecam serangan tersebut dan menilai penargetan berulang terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi dan hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Kuwait kembali menegaskan solidaritas terhadap Arab Saudi. Kuwait juga menekankan bahwa keamanan Saudi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan Kuwait dan kawasan GCC secara keseluruhan.
Kecaman juga datang dari Yordania. Pemerintah Yordania menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Arab Saudi serta ancaman bagi keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah Kerajaan.
Yordania sekaligus menegaskan kembali solidaritas penuh terhadap Arab Saudi.
Turki juga mengecam keras serangan Houthi yang menyasar infrastruktur pendukung Masjid Nabawi.
Penyelidikan Pastikan Keterlibatan Houthi
Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman pada Kamis mengumumkan hasil penyelidikan terkait serangan tersebut.
Penyelidikan dilakukan, antara lain, dengan memeriksa puing-puing pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan. Hasil pemeriksaan disebut memastikan keterlibatan kelompok Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan.
Serangan terhadap fasilitas listrik di Madinah terjadi ketika serangan Houthi terhadap Arab Saudi kembali meningkat.
Kelompok Houthi sebelumnya juga dilaporkan pernah berupaya menyerang Makkah dengan meluncurkan pesawat nirawak ke arah kota suci tersebut. Serangan itu berhasil dicegat pada bulan lalu.
(dvs/lus)
