Sholat jenazah merupakan salah satu kewajiban umat Islam terhadap jenazah sesama muslim. Tata cara sholat jenazah berbeda dengan sholat wajib pada umumnya.
Sholat jenazah dilakukan tanpa rukuk, iktidal, dan sujud, serta tidak didahului oleh azan maupun ikamah. Lantas, bagaimana tata cara sholat jenazah lengkap beserta niat dan doanya?
Tata Cara Sholat Jenazah
Tata cara sholat jenazah terdapat riwayat shahih dari Tabi'in Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif yang dinukil dalam buku Panduan Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah karya Abu Utsman Kharisman:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sunnah dalam sholat jenazah adalah bertakbir (takbiratul ihram) kemudian membaca Al-Fatihah, kemudian mengucapkan sholawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian mengikhlaskan doa untuk mayit dan tidak membaca (Al-Qur'an) kecuali di takbir pertama, kemudian mengucapkan salam (yang didengar) sendiri ke arah kanan." (HR Abdurrazzaq, sanadnya dinilai shahih oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baariy)
Mengutip buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Muh. Hambali serta buku Yasin dan Tahlil susunan Ahmad Musthofa, berikut urutan teknis pelaksanaannya dari awal hingga akhir:
1. Niat
Niat diucapkan dalam hati. Bacaan niatnya dibedakan berdasarkan jenis kelamin jenazah:
Untuk jenazah laki-laki:
اُصَلِّى عَلَى هٰذَا الْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat atas mayat laki-laki ini 4 takbir fardhu kifayah (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
Untuk jenazah perempuan:
اُصَلِّى عَلَى هٰذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat atas mayat perempuan ini 4 takbir fardhu kifayah (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
2. Takbir Pertama/Takbiratul Ihram: Membaca Surah Al-Fatihah
Setelah takbiratul ihram dan bersedekap, lanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah secara khusyuk tanpa membaca surah pendek Al-Qur'an lainnya.
3. Takbir Kedua: Membaca Sholawat Nabi
Angkat tangan sambil bertakbir kedua, kemudian membaca sholawat.
Bacaan pendeknya adalah:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad."
Namun, lebih utama dan sempurna jika membaca sholawat ibrahimiyah:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad, kama shallaita 'ala sayyidina ibrahim wa 'ala ali sayyidina ibrahim, wa barik 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad, kama barakta 'ala sayyidina ibrahim wa 'ala ali sayyidina ibrahim, fil 'alamina innaka hamidum majid.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."
6. Salam
Sholat jenazah diakhiri dengan mengucapkan salam sempurna sambil memalingkan wajah ke arah kanan lalu ke arah kiri:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.
Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap atas kamu sekalian."
Syarat dan Rukun Sholat Jenazah
Pelaksanaan sholat jenazah baru dinyatakan sah apabila telah memenuhi ketentuan berikut:
Syarat Sah Sholat Jenazah
- Jenazah muslim sudah selesai dimandikan dan dikafani.
- Posisi jenazah berada di depan orang yang menyolati (imam/munfarid).
- Memenuhi syarat sah sholat fardhu, seperti suci dari hadats besar/kecil, suci dari najis pada badan, pakaian, dan tempat, serta menghadap kiblat.
- Posisi imam berdiri sejajar dengan kepala jika jenazahnya laki-laki, dan berdiri sejajar di samping perut jika jenazahnya perempuan.
Rukun Sholat Jenazah
Sholat jenazah memiliki rukun pokok yaitu niat, berdiri bagi yang mampu, empat kali takbir, membaca Al-Fatihah, membaca sholawat atas Nabi SAW, mendoakan jenazah, dan ditutup dengan membaca salam.
