Arab Saudi Tangkis Serangan Rudal dan Drone Houthi, Makkah Aman?

Arab Saudi Tangkis Serangan Rudal dan Drone Houthi, Makkah Aman?

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 26 Sep 2026 17:00 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi
Ilustrasi bendera Arab Saudi Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Pertahanan udara Arab Saudi melaporkan mencegat dan menghancurkan sejumlah drone dan rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah Saudi. Serangan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu (26/9/2026) dini hari.

Dilansir Arab News, juru bicara Pasukan Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Kolonel Turki Al-Maliki, mengatakan dua drone yang mengarah ke wilayah Riyadh berhasil dicegat dan dihancurkan.

"Dua drone yang diluncurkan ke arah wilayah Riyadh telah dicegat dan dihancurkan," kata Al-Maliki dalam unggahan di X sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 30 menit kemudian, Al-Maliki kembali mengumumkan bahwa pertahanan udara koalisi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Khamis Mushayt, kota di wilayah Asir, barat daya Arab Saudi.

Tak lama berselang, satu rudal balistik lainnya yang juga diarahkan ke Khamis Mushayt berhasil dicegat dan dihancurkan.

ADVERTISEMENT

Serangan Houthi Meningkat

Serangan terbaru tersebut terjadi dua hari setelah koalisi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah Yanbu dan Taif, yang berada di wilayah barat Arab Saudi.

Kelompok Houthi, yang menguasai wilayah padat penduduk di Yaman dan sebagian besar wilayah utara negara tersebut, disebut meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi sejak mengumumkan blokade laut terhadap Kerajaan pada Juli.

Serangan juga dilaporkan menyasar kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di Laut Merah. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan kota-kota serta infrastruktur energi Arab Saudi.

Beberapa jam sebelum serangan pada Sabtu dini hari, para kepala militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu di Riyadh untuk membahas ancaman keamanan terhadap Kerajaan Saudi dan situasi regional.

Ketiga negara sebelumnya menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Dalam kesepakatan tersebut, serangan bersenjata terhadap salah satu negara dinyatakan akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh pihak.

Perjanjian itu ditujukan untuk memperkuat pencegahan kolektif dan kerja sama militer di antara ketiga negara.

Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman mengatakan dirinya kembali menegaskan komitmen bersama dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir untuk menghadapi serangan terhadap Arab Saudi sesuai dengan kesepakatan pertahanan yang telah dibuat.

Prancis Siapkan Dukungan Militer untuk Yanbu

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis menyatakan negaranya akan mengirimkan aset militer untuk membantu melindungi Yanbu, salah satu pelabuhan utama Arab Saudi untuk ekspor minyak.

"Kami akan mengirimkan aset militer, yang mencakup personel, radar, dan sistem pertahanan, untuk melindungi lokasi ini," ujar Macron dalam wawancara televisi.

Peringatan Ancaman Bahaya Sempat Dikeluarkan di Makkah

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan potensi bahaya di Tanah Suci Makkah, wilayah barat laut Tabuk, wilayah Laut Merah di Jeddah dan Yanbu, dan wilayah selatan Taif pada Kamis (24/9/2026). Pihak berwenang minta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan resmi. Beberapa menit kemudian peringatan itu dicabut.

Peringatan serupa juga dikeluarkan pada minggu sebelumnya, tepatnya pada Selasa (15/9/2026). Pihak berwenang tidak merinci sifat dan potensi bahaya tersebut. Warga diminta berpindah ke lokasi aman terdekat. Tak lama kemudian peringatan dicabut.

Imam Masjidil Haram Syekh Yasser Al-Dosari dalam khutbah Jumat (25/9/2026), dilansir SPA, memperingatkan serangan yang menargetkan Dua Masjid Suci adalah kejahatan berat yang membutuhkan kewaspadaan kolektif untuk melindungi keamanan nasional.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads