Nabi Adam AS merupakan manusia serta nabi dan rasul pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Sebagai bapak seluruh umat manusia (abu al-basyar), kehidupan hingga akhir hayat Nabi Adam AS selalu menjadi topik yang menarik untuk diulas, termasuk mengenai keberadaan lokasi makam beliau.
Hingga saat ini, lokasi pasti makam Nabi Adam AS masih menjadi misteri dan kontroversi di kalangan para sejarawan serta ulama. Belum ada satu pun sumber autentik yang secara pasti membuktikan titik koordinat keberadaan peristirahatan terakhir sang bapak manusia tersebut. Meski demikian, terdapat sejumlah riwayat dan pendapat yang menjelaskan perkiraan lokasi makam Nabi Adam AS.
Kisah Wafatnya Nabi Adam AS
Dalam buku Adam: Penciptaan Manusia Pertama karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, dijelaskan bahwa Al-Qur'an menegaskan posisi Nabi Adam AS sebagai nenek moyang seluruh manusia. Beliau diciptakan langsung oleh Allah SWT dari ketiadaan, ditiupkan roh, diajarkan berbagai ilmu pengetahuan, lalu ditempatkan di surga bersama istrinya, Hawa, sebelum akhirnya diturunkan ke bumi sebagai khalifah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menjalani kehidupan di bumi dan memiliki keturunan, Nabi Adam AS wafat di usia lebih dari 900 tahun. Ibnu Katsir dalam kitab Qashash al-Anbiyaa menceritakan bahwa Nabi Adam AS wafat pada hari Jumat. Menjelang wafatnya, sejumlah malaikat turun menemui beliau dengan membawa balsam dan kain kafan khusus dari surga.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Nabi Adam AS sempat memberikan wasiat dan menyerahkan kepemimpinan kepada putranya, Syits AS. Pengangkatannya sebagai nabi bersandar pada hadits marfu' riwayat Ibnu Hibban dari Abu Dzar RA, bahwasanya Allah SWT menurunkan 50 lembar wahyu (suhuf) kepada Nabi Syits AS.
Kematian manusia pertama ini diiringi fenomena alam dan duka mendalam. Ibnu Ishaq menuturkan bahwa saat Nabi Adam AS wafat, terjadi gerhana matahari dan bulan selama tujuh hari tujuh malam. Sementara itu, Ibnu Asakir meriwayatkan dari Atha' al-Khurasani bahwa seluruh makhluk di bumi menangisi kepergian Nabi Adam AS selama tujuh hari berturut-turut.
Lokasi Makam Nabi Adam AS
Merujuk buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi karya Rizem Aizid, berikut adalah beberapa pendapat mengenai lokasi makam Nabi Adam AS:
1. Makkah (Jabal Abu Qubais)
Salah satu pendapat yang cukup populer menyebut Nabi Adam AS dimakamkan di Makkah, tepatnya di kaki Gunung atau Jabal Abu Qubais.
Merujuk riwayat dari At-Thabrani, Ibnu al-Atsir, dan Al-Ya'qubi, setelah Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS, Malaikat Jibril membawanya ke Padang Arafah untuk diajarkan manasik haji. Setelah wafat, jenazahnya dimakamkan di tepi Jabal Abu Qubais.
2. India atau Sri Lanka (Gunung Baudza)
Sebagian ulama berpendapat jenazah Nabi Adam AS dimakamkan di wilayah India atau Sri Lanka.
Pendapat yang masyhur menyatakan beliau dimakamkan di pegunungan tempat pertama kali beliau diturunkan dari surga ke bumi, yaitu di Gunung Baudza. Gunung ini dikabarkan berada di antara kedua negara tersebut.
3. Baitul Maqdis (Yerusalem)
Pendapat lain menyatakan makam Nabi Adam AS berada di Baitul Maqdis (Yerusalem/Palestina). Mengutip riwayat Ibnu Jarir, sebelum peristiwa banjir dan angin topan dahsyat pada zaman Nabi Nuh AS, Nabi Nuh AS memindahkan jasad Nabi Adam AS dan Hawa ke dalam sebuah peti.
Setelah air surut, Nabi Nuh AS kemudian menguburkan kembali jenazah Nabi Adam AS dan Hawa di Baitul Maqdis.
4. Hebron (Palestina)
Selain lokasi-lokasi di atas, beberapa sumber sejarah lain yang dirangkum oleh Rizem Aizid juga menyebutkan beberapa wilayah lain seperti Hebron di Palestina sebagai lokasi pemakaman Nabi Adam AS.
Baca juga: Doa Taubat Nabi Adam dan Hawa |
Meskipun terdapat banyak versi dan riwayat mengenai keberadaan makam manusia pertama ini, para ulama menyikapi perbedaan tersebut secara bijak.
Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam kitab Shahih Qashashil Qur'an menjelaskan bahwa berbagai pendapat terkait lokasi pasti makam Nabi Adam AS tidak dapat dipastikan kebenarannya secara mutlak. Hal ini disebabkan sebagian besar riwayat yang menyampaikan informasi tersebut bersumber dari sanad-sanad yang dhaif (lemah).
Oleh karena itu, kepastian mengenai di mana letak persisnya makam Nabi Adam AS dikembalikan sepenuhnya kepada pengetahuan Allah SWT.
Wallahu a'lam bish-shawab.
