Tidur Setelah Asar Bikin Hilang Akal? Begini Penjelasan Hadits

Tidur Setelah Asar Bikin Hilang Akal? Begini Penjelasan Hadits

Kristina - detikHikmah
Minggu, 19 Jul 2026 16:00 WIB
Seorang pria tertidur dan bermimpi.
Ilustrasi tidur setelah asar. Foto: Andrea Piacquadio/Pexels
Jakarta -

Tidur setelah waktu asar disebut menyebabkan hilangnya akal. Keterangan ini mengacu pada hadits. Benarkah?

Hadits populer yang menyebut larangan tidur setelah asar karena menyebabkan hilangnya akal diriwayatkan oleh Abu Ya'la dalam Musnad-nya. Begini bunyinya:

مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Barang siapa tidur setelah asar kemudian ia kehilangan akalnya maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri."

Imam al-Ghazali dalam Arba'in fi Ushuliddin turut memaparkan hadits tersebut saat menjelaskan jenis amalan yang sebaiknya mengikuti sunnah Nabi SAW.

ADVERTISEMENT

Menurut penelusuran detikHikmah, hadits tersebut statusnya dhaif atau lemah. Dijelaskan dalam buku 79 Hadits Populer Lemah dan Palsu oleh Rachmat Morado Sugiarto Lc, hadits tersebut diriwayatkan dari jalur Amr bin al-Husain dari Ibnu Ulatsah dari al-Auza'i dari az-Zuhri dari Urwah dari Aisyah RA. Abu Nu'aim al-Ashbahani meriwayatkan hadits ini dari jalan Abu Ya'la dengan sanad ini.

Adapun hadits shahih dalam hal ini adalah hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam Shahih Adabul Mufrad dari Khawwat bin Jubair tentang tidur di penghujung siang. Khawwat bin Jubair berkata:

نَوْمُ أَوَّلِ النَّهَارِ خُرْقٌ، وَأَوْسَطُهُ خُلْقٌ، وَآخِرُهُ حُمْقُ

Artinya: "Tidur pada permulaan siang adalah kebodohan, pertengahannya adalah sebuah perilaku baik, sedangkan pada penghujungnya adalah kebodohan."

Berdasarkan keterangan dalam Shahih Adabul Mufrad, maksud tidur pada pertengahan siang adalah tidur qailulah. Ini adalah waktu tidur yang dianjurkan dalam Islam, waktunya sekitar 15-30 menit sebelum atau sesudah waktu zuhur. Tidur pada pertengahan siang ini merupakan perbuatan baik, sebagaimana isyarat Nabi SAW, "Tidur qailulahlah kamu karena setan tidak tidur qailulah."

Adapun tidur pada permulaan dan penghujung siang termasuk bentuk kebodohan karena hakikat kebodohan, sebagaimana dalam An-Nihayah, meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya padahal sudah diketahui jeleknya. Hadits "Barang siapa tidur setelah asar, lalu akalnya terganggu maka janganlah ia mencela kecuali pada dirinya sendiri" statusnya dhaif, tapi sanadnya shahih.

Waktu Tidur Rasulullah

Rasulullah SAW sendiri biasa tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua, sebagaimana dijelaskan dalam buku Resep Sehat Rosulullah oleh Muhammad Farhan. Setelah bangun, Nabi SAW biasa bersiwak lalu berwudhu dan salat malam.

Rasulullah SAW tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah mengatakan manfaat tidur ala Rasulullah SAW. "Barang siapa yang memperhatikan pola tidur Rasulullah, niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh."



(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads