Kenapa Allah Menciptakan Babi Kemudian Mengharamkannya?

Kenapa Allah Menciptakan Babi Kemudian Mengharamkannya?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 19 Jul 2026 19:00 WIB
Ternak babi
Babi (Foto: kallerna/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0)
Jakarta -

Babi adalah hewan yang haram dikonsumsi dalam Islam. Larangan terkait hewan ini tercantum dalam beberapa ayat suci Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 173,

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١٧٣

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Selain itu, ada hadits dari Nabi Muhammad SAW yang menyebut mengonsumsi makanan haram membuat doa seseorang tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dia memerintahkan orang-orang Mukmin sama seperti yang diperintahkan kepada para Rasul. Dia berfirman, 'Hai para Rasul, makanlah makanan yang baik, dan kerjakanlah amal saleh.' (QS. Al-Mu'minun [23]: 51) Dia juga befirman: "Hai orang-orang yang beriman makanlah makanan yang baik yang Kami berikan kepada kalian." (QS. Al-Baqarah [2]: 172). Lalu Rasulullah bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), 'Ya Rabb, ya Rabb.' Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?" (HR Muslim)

Menurut buku Pengetahuan Bahan Makanan dan Minuman Seri: Babi dan Khamr tulisan Ariani, keharaman babi berlaku bagi hewan liar maupun peliharaan. Seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya termasuk haram.

Dr Afrizal Nur MA dalam buku Tafsir Al Mishbah dalam Sorotan menyebut Muhammad Ali Ash-Shabuni menegaskan daging babi haram 'ainihu. Walaupun babi disembelih sesuai syariat, keharamannya takkan hilang.

Lantas, mengapa Allah SWT menciptakan babi kemudian mengharamkannya?

Alasan Babi Diciptakan Kemudian Diharamkan dalam Islam

Dinukil dari buku Panduan A-Z Memahami Al-Qur'an karya Mokhtar Stork terjemahan Satrio Wahono, muslim harus memahami babi bukan diciptakan haram secara fitrah.

Pengharaman babi tercantum empat kali dalam Al-Qur'an, yaitu pada surah Al Maidah ayat 3, An Nahl ayat 115, Al Baqarah ayat 173, dan Al An'am ayat 145. Tidak ada penjelasan terkait manfaat atau kehebatan babi pada ayat-ayat itu, justru manusia diperingatkan bahwa hewan tersebut haram diambil manfaatnya.

Banyak hewan lain yang bisa dikonsumsi dan diambil manfaatnya seperti sapi, ayam, ikan, domba, kambing dan lainnya. Hewan-hewan yang disebutkan itu juga bermanfaat bagi tubuh selama dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak berlebihan.

Turut diterangkan dalam buku Kenapa Babi Tidak Halal karya Samhani Ismail, diciptakannya babi di dunia menjadi ujian bagi manusia terhadap larangan yang diperintahkan Allah SWT. Apakah muslim bisa menahan godaan atau justru tetap mengonsumsinya meski sudah dilarang secara jelas dalam agama.

Hikmah Diharamkannya Babi

Berdasarkan informasi yang dijelaskan dalam kitab Maa-Idah Al-Muslim Baina Al-Din Wa Al-Ilm oleh Syekh Fauzi Muhammad terjemahan Abdul Hayyi Al-Kattanie, ilmu pengetahuan modern mengungkap banyak penyakit dari memakan daging babi. Sebagian dari akibat mengonsumsi babi itu disebutkan oleh Dr Murad Hoffman, seorang muslim Jerman dalam bukunya Yaumiyyat Almani Muslim.

Menurutnya, memakan babi yang terjangkit cacing sangat berbahaya dan menyebabkan meningkatnya kandungan kolesterol hingga memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Nantinya, kemungkinan orang tersebut bisa terkena kanker usus, iritasi kulit, eksem, dan reumatik.

Kemudian, Dr Muhammad 'Abul Khair dalam bukunya Ijtihadat fi At-Tafsir al-'Ilmu fi Al-Qur'anul Karim menyebut beberapa penyakit lain yang disebabkan daging babi yaitu kolera babi, keguguran nanah, kulit kemerahan, hingga penyakit pengelupasan kulit.

Wallahu a'lam.



(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads