12 Situs Palestina Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO

12 Situs Palestina Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO

Kristina - detikHikmah
Jumat, 17 Jul 2026 12:30 WIB
The Temple Mount, also know as Mount Moriah in Jerusalem, Israel. It is located in the Old City in Jerusalem and is a holy site for both the Muslims and for the Jews. The golden dome is also known as the Dome of the Rock and is covered with gold since 1920
Pemandangan situs-situs bersejarah di Kota Tua Yerusalem. Foto: Getty Images/iStockphoto/davidionut
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina mengumumkan 12 situs baru masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO. Kini, total ada 23 situs Palestina dalam daftar tersebut.

Kementerian dalam pernyataannya, seperti dilansir WAFA, menegaskan capaian ini mencerminkan upaya nasional untuk meningkatkan kehadiran warisan Palestina di kancah internasional. Langkah ini juga menyoroti keberagaman budaya dan alam serta memperkuat statusnya sebagai bagian integral warisan umat manusia.

Menurut laporan tersebut, upaya memasukkan situs ke daftar sementara ini menjadi langkah penting agar bisa masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO. Hal ini juga dilakukan untuk melindungi situs-situs penting di Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah ini diambil di tengah kampanye eskalasi Israel yang menargetkan situs-situs warisan Palestina," tambah kementerian tersebut dikutip dari Anadolu Agency.

Otoritas Palestina mengatakan situs arkeologi dan warisan budaya di Tepi Barat menghadapi peningkatan eskalasi Israel yang terus berlanjut, termasuk perluasan kendali administratif atas situs-situs bersejarah di dalamnya.

ADVERTISEMENT

Pasukan pendudukan Israel baru-baru ini menargetkan sejumlah situs arkeologi penting seperti Sebastia, Kolam Solomon, dan Masjid Ibrahimi. Langkah berbahaya ini disebut bisa mengisolasi situs-situs tersebut dari lingkungan sekitarnya dan pada akhirnya akan dikuasai Israel.

Israel telah mengambil langkah yang menurut para pengamat "sangat berbahaya" terhadap Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat. Bulan lalu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan "menghapus" bagian-bagian Perjanjian Hebron 1997 yang memberikan wewenang Dewan Kota Palestina di Hebron atas perencanaan, zonasi dan pembangunan di zona H2 kota Tepi Barat itu.

Smotrich dalam pidatonya menyebut pengambilalihan wewenang perencanaan dan pembangunan Hebron akan memperkuat "kedaulatan Israel" di Tepi Barat. Dia ingin menghapus gagasan negara Palestina di wilayah tersebut.

Keputusan mencaplok wewenang perencanaan dan pembangunan 20 persen wilayah yang diduduki diambil usai kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui rencana awal tahun ini untuk mempermudah para pemukim membeli tanah di Tepi Barat dan memberikan lebih banyak wewenang hukum terhadap otoritas Israel di wilayah tersebut.



(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads