Terdapat satu nama sahabat Nabi SAW yang memiliki keistimewaan luar biasa, yaitu Hanzalah bin Abu Amir RA. Ia dikenal dalam sejarah Islam dengan julukan Ghasilul Malaikah, yang berarti orang yang dimandikan oleh para malaikat.
Julukan tersebut bukan sekadar kisah yang berkembang di tengah masyarakat, melainkan berasal dari hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa para malaikat memandikan jenazah Hanzalah setelah ia gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Hanzalah bin Abu Amir
Merangkum buku berjudul Dan 'Arsy pun Berguncang: Sirah Unik Sahabat-sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW karya Ahmad Husain, Hanzalah bin Abu Amir adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan kaum Anshar di Madinah. Ia berasal dari suku Aus dan dikenal sebagai pemuda yang beriman, pemberani, serta memiliki kecintaan yang besar kepada Rasulullah SAW.
Ayahnya bernama Abu Amir, seorang tokoh yang sebelumnya dihormati oleh masyarakat Madinah. Namun, setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan Islam semakin berkembang, Abu Amir menolak beriman. Karena sikapnya yang memusuhi Islam, ia kemudian dikenal dengan julukan Abu Amir al-Fasiq (orang yang fasik), menggantikan julukan lamanya yang menunjukkan kesalehan.
Berbeda dengan sang ayah, Hanzalah justru memilih memeluk Islam dan menjadi salah satu sahabat yang setia membela Rasulullah SAW.
Menikah Sehari Sebelum Perang Uhud
Mengutip buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2 yang disusun Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, salah satu bagian paling mengharukan dari kisah Hanzalah adalah peristiwa menjelang Perang Uhud.
Diriwayatkan oleh Al-Waqidi bahwa Hanzalah baru saja melangsungkan pernikahan dengan Jamilah binti Abdullah bin Ubay bin Salul. Malam pertama sebagai suami istri baru saja dilaluinya ketika kabar keberangkatan pasukan muslim menuju Uhud terdengar.
Pagi harinya, Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslimin bersiap menghadapi pasukan Quraisy yang datang menyerang Madinah.
Begitu mendengar seruan jihad, Hanzalah tidak ragu memenuhi panggilan tersebut. Ia meninggalkan rumah dan istrinya demi bergabung bersama Rasulullah SAW di medan perang.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Hanzalah berangkat dalam keadaan junub, karena belum sempat mandi wajib setelah berhubungan dengan istrinya.
Istri Hanzalah kemudian mengutus empat orang dari kaumnya bersaksi bahwa Hanzalah telah berhubungan dengannya. Lalu dikatakan kepada istrinya, "Mengapa engkau bersaksi demikian?" Istrinya menjawab, "Saya melihat dalam mimpi seakan-akan langit terbuka, lalu Hanzalah masuk ke dalamnya, lalu langit tertutup. Saya katakan, ini adalah pertanda syahid."
Perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijriah merupakan salah satu peperangan besar dalam sejarah Islam.
Pada awal peperangan, kaum muslimin berhasil menguasai keadaan. Namun situasi berubah setelah sebagian pemanah meninggalkan pos yang telah ditentukan Rasulullah SAW. Kesempatan itu dimanfaatkan pasukan Quraisy untuk melakukan serangan balik.
Dalam pertempuran sengit tersebut, Hanzalah bertempur dengan penuh keberanian.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ia sempat menyerang panglima Quraisy, Abu Sufyan bin Harb. Namun sebelum berhasil mengalahkannya, Hanzalah diserang oleh Syaddad bin Al-Aswad hingga akhirnya gugur sebagai syahid.
Mengapa Hanzalah Dimandikan Malaikat?
Ibnu Qayyim Al-Jauziy dalam Zadul Ma'ad : Panduan Lengkap Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat, setelah perang usai, Rasulullah SAW menyampaikan sebuah kabar yang mengagumkan kepada para sahabat.
Beliau bersabda bahwa para malaikat sedang memandikan Hanzalah.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Al-Hakim, dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya sahabat kalian sedang dimandikan oleh para malaikat."
Para sahabat kemudian bertanya kepada istri Hanzalah mengenai keadaan suaminya sebelum berangkat ke medan perang.
Jamilah menjelaskan bahwa Hanzalah keluar rumah dalam keadaan junub dan belum sempat mandi wajib karena tergesa-gesa memenuhi panggilan jihad.
Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa itulah sebabnya para malaikat memandikannya.
Karena peristiwa luar biasa tersebut, Hanzalah kemudian dikenal dengan gelar Ghasilul Malaikah atau orang yang dimandikan malaikat.
Dalam riwayat Al-Hakim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Aku melihat para malaikat memandikan Hanzalah bin Abu Amir antara langit dan bumi dengan air dari bejana-bejana perak."
Riwayat ini menjadi dasar kisah Hanzalah sebagai syahid yang memperoleh kemuliaan luar biasa dari Allah SWT.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat