Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf resmi melepas jemaah haji Indonesia gelombang pertama untuk kembali ke Tanah Air. Pelepasan ini berlangsung di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5).
Dua kelompok terbang (kloter) awal yang diberangkatkan langsung oleh Menhaj dari Bandara KAIA Jeddah adalah kloter 1 embarkasi Surabaya (SUB 1) dan kloter 1 embarkasi Makassar (UPG 1). Jemaah haji asal Surabaya dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Saudia Airlines pada Senin (1/6) pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS), sedangkan jemaah UPG 1 menggunakan Garuda Indonesia yang lepas landas setengah jam setelahnya, yakni pukul 03.30 WAS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pantauan di lokasi, pria yang akrab disapa Gus Irfan ini didampingi oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Yusron B. Ambary dan Dirjen Pelayanan Haji Ian Heriyawan. Gus Irfan secara simbolis mengalungkan syal kepada perwakilan jemaah sebagai tanda dimulainya fase pemulangan dalam operasional penyelenggaraan haji 2026. Ia juga menyempatkan diri berbincang hangat dengan sejumlah jemaah haji yang bersiap masuk ke ruang tunggu.
"Saya ucapkan selamat karena Bapak Ibu semuanya akan kembali ke Tanah Suci setelah 40 hari melakukan proses ibadah haji, semoga Bapak Ibu semua menjadi haji yang mabrur," kata Gus Irfan di Bandara KAIA Jeddah.
Di hadapan para jemaah, Menhaj juga menyampaikan permohonan maaf jika selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini masih terdapat pelayanan yang kurang berkenan. Ia menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh demi perbaikan kualitas penyelenggaraan haji pada 2027 mendatang.
Demi kenyamanan para jemaah, Gus Irfan memberikan pesan kuat kepada dua maskapai penerbangan haji 2026, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Ia meminta pihak maskapai untuk benar-benar memperhatikan On-Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu penerbangan.
"Jangan ada keterlambatan yang tidak perlu apalagi sampai delay hingga berganti hari," tegasnya.
(alj/kri)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara