Larangan Hari Arafah yang Harus Diketahui Jemaah Haji

Kabar Haji by Le Minerale

Larangan Hari Arafah yang Harus Diketahui Jemaah Haji

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 26 Mei 2026 06:30 WIB
Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, Selasa (27/6/2023).
Jemaah haji wukuf di Arafah. Foto: Wahyu Putro A / Antara
Jakarta -

Hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah merupakan momentum krusial dalam rangkaian ibadah haji. Pada hari tersebut, seluruh jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai inti atau puncak dari ibadah haji.

Terdapat sejumlah larangan dan amalan yang dianjurkan untuk menjaga kesucian ihram serta kenyamanan bersama. Tak hanya bagi jemaah di Tanah Suci, umat Islam yang berada di Tanah Air pun memiliki anjuran tersendiri untuk merayakan hari agung ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larangan pada Hari Arafah bagi Jemaah Haji

Pada hari Arafah, jemaah akan melaksanakan puncak ibadah haji yakni wukuf di Padang Arafah. Dalam menjalankan ibadah di hari Arafah, terdapat beberapa larangan yang harus diketahui jemaah haji. Hal ini untuk menjaga kekhusyukan ibadah, kesucian ihram, ketertiban, dan kenyaman jemaah lainnya.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji & Umrah (Kemenhaj) RI, berikut larangan-larangan selama hari Arafah yang wajib diketahui jemaah haji:

  1. Merokok di semua kawasan Arafah sekalipun di dalam tenda. Hal ini dapat mengganggu jemaah lain, mengurangi kekhusyukan ibadah, dan membahayakan diri dan lingkungan.
  2. Membuang puntung rokok sembarangan. Hal ini dikhawatirkan akan terjadinya kebakaran.
  3. Memaksakan diri berangkat ke Jabal Rahmah atau memaksakan diri wukuf di luar kemah.
  4. Larangan ihram seperti memakai penutup kepala dan menutup mata kaki bagi jemaah laki-laki, serta menutup kedua telapak tangan dan wajah bagi jemaah perempuan.
    Memakai wangi-wangian.
  5. Membunuh binatang, terkecuali binatang buas.
  6. Memotong kayu-kayuan, ranting pohon, dan mencabut rumput.
  7. Bersetubuh dan pendahulunya.
  8. Mencaci, bertengkar, dan mengucapkan kata-kata kotor.
  9. Melakukan perbuatan jahat dan maksiat.

Anjuran pada Hari Arafah bagi Jemaah Haji

Selain larangan selama hari Arafah, jemaah haji juga dianjurkan untuk mematuhi peraturan dan memperbanyak amalan. Masih mengutip dari sumber sebelumnya, berikut beberapa anjuran pada hari Arafah:

  1. Menjaga ketertiban ketika turun dari bus dan memasuki kemah.
  2. Menyimpan barang bawaan dengan tertib dan tidak berebut tempat dalam kemah.
  3. Menjaga ketenangan selama beribadah di Padang Arafah.
  4. Menjaga kondisi kesehatan dengan memakan jatah makan yang telah disediakan.
  5. Mengutamakan ibadah dengan memperbanyak zikir, talbiyah, dan doa.
  6. Mengantre saat menggunakan fasilitas kamar mandi atau WC.
  7. Menjaga agar aurat selalu tertutup selama berada dalam kemah dan keluar masuk kamar mandi.
  8. Mendengarkan dan memperhatikan ceramah yang disampaikan oleh petugas kloter sebelum waktu wukuf tiba.
  9. Membaca talbiyah, zikir, istighfar, tahlil, dan doa sesaat sebelum waktu wukuf tiba.
  10. Mengikuti berbagai kegiatan ketika waktu wukuf tiba, seperti mendengarkan khutbah, salat berjamaah Zuhur dan Asar jamak taqdim qashar.
  11. Menghubungi petugas kloter bila terjadi masalah ibadah dan kesehatan.
  12. Menjaga stamina dan kesehatan selama di Arafah.

Anjuran bagi Umat Islam yang Tidak Menunaikan Ibadah Haji

Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, terdapat satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan, yaitu puasa sunnah Arafah.

Dinukil dari Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah, puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah. Ibadah ini dilakukan bersamaan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah. Puasa sunnah ini hanya dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang tidak terdapat dalam amal ibadah lainnya. Orang yang menjalankan puasa ini akan diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW menegaskan terkait keutamaan tersebut, berikut bunyi haditsnya:

وَسُبِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Artinya: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Artinya: "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

Wallahu a'lam.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads