Posisi Imam saat Sholat Jenazah Perempuan, Berdiri di Mana?

Posisi Imam saat Sholat Jenazah Perempuan, Berdiri di Mana?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 10 Jul 2026 16:15 WIB
Ilustrasi salat jenazah. (Dok. NU Online)
Foto: Ilustrasi salat jenazah. (Dok. NU Online)
Jakarta -

Posisi imam ketika sholat jenazah sering ditanyakan muslim. Sebagaimana diketahui, tata cara sholat jenazah berbeda dengan sholat pada umumnya.

Pengerjaan sholat jenazah dilakukan tanpa sujud dan rukuk. Dengan begitu, muslim membaca empat kali takbir dengan doa-doa yang disyariatkan.

Menurut Fiqh As Sunnah susunan Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban tersebut telah gugur apabila sudah ada sebagian muslim di suatu wilayah yang melaksanakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perintah sholat jenazah tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

"Tidaklah seorang muslim mati lalu disholatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan doa mereka akan dikabulkan." (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana dengan posisi imam ketika sholat jenazah perempuan? Apakah berbeda dengan sholat jenazah laki-laki?

Posisi Imam saat Sholat Jenazah Perempuan

Dilansir dari buku Tuntunan Bersuci, Shalat Fardhu dan Mengurus Jenazah karya Ihsan Siregar, jika sholat jenazah perempuan maka posisi imam di posisi pertengahan mayit wanita atau pinggangnya. Terkait posisi ini juga disebutkan dalam hadits dari Abu Ghalib Al Khayyath yang melihat Anas bin Malik RA saat sholat jenazah.

"Aku menyaksikan Anas bin Malik RA menyalati jenazah laki-laki pada posisi kepalanya. Namun, ketika jenazah laki-laki diangkat dan datang jenazah perempuan, Anas menyalatinya seraya berdiri tepat di bagian tengahnya. Kala itu di antara kami terdapat al-Ala' bin Ziyad Al Adawi. Ketika diketahui ada perbedaan pada posisi dalam menyalatinya, Anas pun ditanya, 'Wahai Abu Hamzah, apakah memang demikian cara Rasulullah SAW menyalati jenazah, sebagaimana yang engkau lakukan?' Anas menjawab, 'Memang demikian.' Berkatalah al-Ala sambil menoleh ke arah kami, 'Peliharalah oleh kalian." (HR Abu Dawud, At- Tirmidzi, Ibnu Majah, Baihaqi, ath-Thayalisi, dan ath-Tahawi)

Orang yang Boleh Jadi Imam Sholat Jenazah

Berikut beberapa orang yang boleh menjadi imam sholat jenazah seperti dikutip dari buku Panduan Praktis Shalat Jenazah dan Perawatan Jenazah karya Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia.

  1. Ayah jenazah.
  2. Kakek, ayah dari ayahnya jenazah.
  3. Anak laki-laki jenazah.
  4. Cucu laki-laki dari anak laki-laki jenazah.
  5. Saudara kandung laki-laki jenazah.
  6. Saudara laki-laki yang se-ayah dengan jenazah.
  7. Keponakan yang laki-laki dari saudara laki-laki sekandung jenazah.
  8. Paman saudara yang sekandung dari ayah jenazah.
  9. Paman saudara yang se-ayah dengan jenazah.
  10. Keponakan laki-laki yang masih saudara dan sekandung dengan jenazah.
  11. Sepupu atau anak dari paman yang masih saudara kandung dengan jenazah.
  12. Sepupu yang merupakan anak dari paman yang seayah dengan jenazah.
  13. Tuan yang pernah memberikan kemerdekaan bagi si jenazah.
  14. Selain saudara dan kerabat jenazah.

Cara Sholat Jenazah dan Doa yang Bisa Diamalkan

Berikut tata cara sholat jenazah yang dilansir dari buku Risalah Jenazah susunan Baihaqi Nu'man dan Muhammad Shonhaji serta buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa tulisan Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah.

1. Membaca niat sholat jenazah
2. Takbiratul ihram
3. Membaca surah Al Fatihah
4. Takbir kedua
5. Membaca sholawat nabi dengan bunyi berikut,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ

Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa 'ala aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima, wa baarik 'alaa Muhammadin wa 'alaa aali Muhammadin kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima fill 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berikanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam semesta. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Mahamulia."

6. Takbir ketiga
7. Membaca doa jenazah, berikut bunyinya:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (هَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (عَنْهَا) وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ (هَا) وَوَسِعْ مَدْخَلَهُ (هَا) وَاغْسِلْهُ (هَا) بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ (هَا) مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ (هَا) دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ (هَا) وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ (هَا) وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ (هَا) وَأَدْخِلْهُ (هَا) الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir lahu (haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wa wassi' madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa-i wats-tsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsaubal abyadha minad-danasi wa abdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul (hal) jannata wa a-'idzhu min 'azaabil qabri wa min 'azaabin nar

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka."

8. Takbir keempat
9. Membaca doa setelah takbir keempat, berikut bunyinya:

أَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتَنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinnaa ba'dahu wagfirlanaa wa lahu.

Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."

10. Salam

Niat Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki

Merujuk pada sumber yang sama, berikut niat sholat jenazah perempuan dan laki-laki yang bisa dibaca muslim.

1. Niat Sholat Jenazah Mayat Perempuan

أُصَلَّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى

Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala.

Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Jenazah Mayat Laki-laki

أُصَلَّى عَلَى هَذا الْمَيِّت أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى

Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala.

Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala."



(aeb/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads