Begini Layanan Safari Wukuf untuk Jemaah Haji Lansia

Kabar Haji Bersama Wardah

Begini Layanan Safari Wukuf untuk Jemaah Haji Lansia

Rachmatunnisa - detikHikmah
Senin, 25 Mei 2026 18:46 WIB
Jemaah lansia dan disabilitas melakukan persiapan safari wukuf di hotel transit, Minggu (24/5/2026). (Media Center Haji 2026)
Layanan Safari Wukuf untuk Jemaah Haji Lansia (Foto: Media Center Haji 2026)
Jakarta -

Ratusan jemaah haji lansia dan disabilitas tahun ini akan mengikuti program safari wukuf yang disiapkan pemerintah. Program tersebut dirancang untuk membantu jemaah dengan keterbatasan fisik agar tetap dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan lebih nyaman.

Kepala Bidang Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas, Suviyanto Sukirman, mengatakan sekitar 300 hingga 400 jemaah masuk dalam layanan safari wukuf tahun ini. "Total jemaah haji yang diberikan kepada kami kurang lebih 300-400 jemaah," kata Suviyanto ditemui di hotel transit Durat Almashaeir, usai menerima jemaah yang akan melakukan safari wukuf, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, safari wukuf merupakan layanan bagi jemaah haji yang dijemput dari hotel tempat mereka menginap menuju hotel transit sebelum diberangkatkan ke Arafah. Di hotel transit, jemaah memperoleh berbagai layanan pendampingan sebelum menjalani puncak ibadah haji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim safari wukuf ini adalah proses keberangkatan jemaah haji dari hotel transit menuju ke Arafah secara langsungnya, tentunya diawali dengan penjemputan jemaah haji dari sektor (hotel pemondokan) ke hotel transit," ujarnya.

Selama berada di hotel transit, jemaah tidak hanya memperoleh tempat istirahat, tetapi juga pendampingan ibadah dan layanan pendukung lainnya. Pada 9 Zulhijah (26 Mei 2026), jemaah akan diberangkatkan menuju Arafah. Mereka akan menjalankan rangkaian ibadah wukuf dan setelah itu kembali ke hotel transit untuk beristirahat.

ADVERTISEMENT

Menurut Suviyanto, program ini dibuat sebagai ikhtiar agar jemaah lanjut usia tetap dapat menjalankan ibadah haji meski memiliki keterbatasan. Ia menjelaskan, tidak semua jemaah lansia otomatis mengikuti safari wukuf. Program tersebut diprioritaskan bagi lansia risiko tinggi, tanpa pendamping, atau lansia yang membutuhkan bantuan tambahan.

Selain menyiapkan pendampingan ibadah, PPIH juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari konsumsi tiga kali sehari, tenaga kesehatan, layanan psikososial hingga armada transportasi.

"Kami sudah menyiapkan fasilitas yang ada yaitu memberikan makan sehari tiga kali, lalu bimbingan ibadah juga kami berikan dari bimbadnya," ujar Suviyanto.

Sebanyak 18 unit bus juga telah disiapkan untuk mengantar jemaah dari hotel transit menuju Arafah. Di sisi lain, Suviyanto mengungkapkan tantangan terbesar dalam layanan safari wukuf adalah menangani jemaah lansia dengan kondisi khusus, terutama yang mengalami demensia.

"Ya, tantangannya namanya lansia ya. Tentunya banyak faktor lain. Terutama demensia. Demensia ini banyak sekali," katanya.

Untuk jemaah yang membutuhkan penanganan medis lebih serius, PPIH akan merujuk ke fasilitas kesehatan. "Tadi contohnya dari siang ada jemaah yang perlu bantuan pernafasan. Kami berikan bantuan oksigen. Apabila tidak bisa dilakukan, kami kirim ke rumah sakit Arab Saudi," tuturnya.




(rns/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads