Ketenangan Ibadah dan Pentingnya Saling Jaga-Memahami Para Jemaah Haji

Kabar Haji Bersama Kahf

Ketenangan Ibadah dan Pentingnya Saling Jaga-Memahami Para Jemaah Haji

Irwan Nugroho - detikHikmah
Senin, 25 Mei 2026 13:15 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga anggota Tim Pengawas Haji DPR Saan Mustopa berpesan untuk saling jaga.
Foto: Dok Timwas Haji DPR
Jakarta -

Ibadah haji membutuhkan solidaritas dan rasa kebersamaan yang tinggi di antara para jemaah. Alih-alih mengedepankan ego masing-masing, para jemaah harus memikirkan kondisi dan perasaan jemaah lainnya.

Saling menjaga, saling memahami, saling membantu satu-sama lain, itulah hal yang terpenting yang harus dilakukan para jemaah haji pada saat ini. Terlebih sebagian jemaah berangkat ke Tanah Suci dalam kondisi sudah lanjut usia (lansia) dan sakit-sakitan.

Demikian pesan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga anggota Tim Pengawas Haji DPR Saan Mustopa di hadapan para jemaah haji asal Indonesia yang tinggal di pemondokan Sektor 9, Kawasan Misfalah, Mekkah, Arab Saudi, Jumat lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan tanpa alasan Saan menitipkan pesan tersebut. Saat menemui para jemaah, ia mendapat keluhan ada jemaah yang sering merokok sampai asapnya memicu alarm pemondokan berdering. Bunyi alarm itu telah mengganggu jemaah lainnya yang punya penyakit jantung dan para lansia kaget.

"Nah, ketika alarm hotel bunyi kan kaget kan? 'Ada apa nih?' Nah, akhirnya jemaah yang punya penyakit jantung, yang lansia kadang kaget, bisa-bisa jantungnya kumat. Makanya saling menjaga ketertiban di antara kita itu penting," ujar Saan.

ADVERTISEMENT

Untuk jemaah yang hendak merokok, Saan menyarakan sebaiknya tidak melakukannya di dalam pemondokan. Sebaiknya aktivitas merokok tersebut dilakukan di luar hotel atau di jalan di sekitaran pemondokan. Sehingga hal-hal yang mengganggu ketenangan dan kenyamaan jemaah haji lainnya tidak terjadi.

Sedangkan untuk diri masing-masing, Saan meminta para jemaah untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh dengan cukup istirahat. Karena mulai Senin ini para jemaah haji sudah bergerak ke Padang Arafah. Di tempat ibadah wukuf tersebut, cuacanya sangat panas, bisa menyentuh 45-46 derajat celcius.

"Lebih panas dibandingkan dengan di Karawang. Apalagi di daerah saya (Karawang) kan dekat pantai, pinggir sawah, panas tapi tidak sepanas yang di sini kan gitu. Tapi ini juga bagian dari ujian kita dalam menjalankan ibadah. Di tengah suasana yang terik, ibadah kita tetap fokus," tandasnya.

Pelayanan Haji Lebih Baik

Dalam kesempatan tersebut, Saan juga menyinggung pelayanan ibadah haji tahun ini oleh Kemeterian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang lebih baik dari yang tahun sebelumnya. Pelayanan yang baik merupakan kunci bagi ketenangan, kenyamanan, dan kekhusyukan jemaah haji dalam beribadah.

Wakil Ketua Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mencontohkan, pada 2025, banyak jemaah yang mengeluh karena belum dapat kartu Nusuk ketika tiba di Arab Saudi. Ketiadaan kartu tersebut membuat sebagian jemaah merasa panik ketika menghadapi pemeriksaan petugas Asykar. Mereka takut dianggap jemaah haji ilegal.

Di musim haji tahun 2026 atau 1447 Hijriyah ini, kartu Nusuk sudah dibagikan di Indonesia. Sehingga segala urusan jemaah sudah selesai sebelum terbang ke Arab Saudi. Jika dahulu ada suami-istri yang pisah penginapan, saat inipun kasus tersebut tidak terjadi lagi.

"Nah, sekarang Alhamdulillah menjadi lebih baik. Tapi tentu terkait dengan persiapan dan kesiapan ini terus kita perbaiki supaya tadi menjadi lebih sempurna," pungkasnya.



(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads