Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas DPR) dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengadakan rapat kerja dan rapat dengar pendapat di Arab Saudi. Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan haji dan persiapan puncak haji pada 9 Zulhijah 1447 Hijriah.
Rapat digelar di Al Qimma Hall, Third Ring Road, At Taqwa, Kota Makkah, Arab Saudi, Minggu (24/5/2026) pukul 09.30 waktu setempat dan berlangsung selama sekitar 2 jam.
Dari DPR, hadir dalam rapat tersebut Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurizal, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, para wakil ketua komisi VIII, dan para anggota Timwas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan dari pemerintah hadir Menteri Haji dan Umroh selaku amirul hajj, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad dan lainnya.
"Jadi alhamdulillah, tentang pelaksanaan haji, sesuai dengan kemarin kita sampaikan, Timwas ada dua tahap. Dari Madinah sudah closing kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun 2026 ini. Pertama di Madinah, kita apresiasi, ya," ujar Cucun usai rapat didampingi Maswan, Gus Irfan, Dahnil, anggota Timwas DPR Abidin Fikri, dan Wakil Ketua Komisi III Ansory Siregar.
Di Makkah, Timwas DPR telah melakukan banyak peninjauan ke pemondokan. Timwas memberikan masukan kepada Kemenhaj terkait adanya pemondokan yang jaraknya cukup jauh. Selain itu berbagai fasilitas hotel yang kurang mencukupi.
"Ini akan menjadi catatan perbaikan untuk ke depan. Di penyelenggaraan haji tahun 2027, ini pasti tidak akan terulang lagi," kata Cucun.
Terkait persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Cucun mengatakan Timwas DPR mendapatkan informasi perkembangan dan perubahan yang luar biasa dibandingkan penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya. Kemenhaj mengecek dengan betul kapasitas tenda bagi jemaah di Arafah.
"Dulu kita kadang-kadang sama pemilik tenda Syarikah itu dibilang ini isinya 100 padahal cuma 50, sekarang betul-betul dicek," tandas Cucun.
Cucun mengatakan, dia mengapresiasi petugas-petugas haji terdidik yang mengecek satu demi satu persiapan puncak haji dengan detil. Tinggal ke depan akan dihitung ulang dan ditingkatkan lagi paket pelayanan jemaah di Arafah seperti untuk tenda dan tempat tidur.
"Nanti akan bagian dari tadi kesimpulan rapat, bahwa kita akan meng-upgrade dan menghitung ulang komponen penyelenggaraan ibadah haji, sehingga dari tahun ke tahun ini lompatan luar biasa tahun ini, sudah perbaikan. Tahun depan kita akan lebih baik lagi," katanya.
Sementara itu, Gus Irfan mengatakan persiapan puncak haji di Armuzna hampir 100 persen. Tinggal diperlukan penyesuaian-penyesuaian sesuai masukan yang diberikan oleh Timwas DPR.
"Persiapan haji kita yang sudah cukup lama, kita bekerja sama antara pemerintah dengan teman-teman DPR. Alhamdulillah sampai hari ini pemberangkatan, persiapan di embarkasi, kegiatan di Madinah, kegiatan di Makkah berjalan sesuai dengan harapan kita," katanya.
"Tinggal puncak haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tadi saya mendapatkan banyak masukan dari teman-teman DPR. Alhamdulillah ini sebagai bagian perbaikan pelayanan terbaik kita kepada jamaah haji kita," katanya.
Cucun menambahkan, puncak haji di Armuzna pasti ada saja hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Sebab, yang menjalani ibadah di lokasi tersebut berasal dari seluruh dunia. Ia memohon doa agar semua tahapan haji dapat berjalan dengan lancar.
"Ya mudah-mudahan, mohon doanya dari semuanya agar semuanya berjalan lancar, tidak ada suatu hal yang tidak kita inginkan, dan kita berharap semua jamaah haji bisa ini pulang dengan selamat, dan semuanya diterima amal ibadahnya," katanya.
(irw/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha
Jadwal Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri