Persoalan cuci mencuci baju jemaah haji di pemondokan mereka di Makkah, Arab Saudi, terus menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR. Selain tidak tersedianya tempat menjemur pakaian, rupanya ada juga masalah rasio jumlah mesin cuci yang boleh dibilang tak sebanding dengan jumlah jemaah.
Hal itu diketahui dari kunjungan anggota Timwas Haji DPR Dewi Asmara ke Hotel 906 di Sektor 9 Kota Makkah, Jumat (22/5/2026). Di pemondokan tersebut menginap sekitar 2.000 jemaah haji yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat, seperti dari Bekasi dan Sukabumi.
"Yang memang masih harus dipikirkan juga adalah masalah ruang laundry. Di mana untuk 2.000 jemaah itu hanya dilayani oleh 7 mesin cuci. Jadi tentu mereka akan bergantian," kata Dewi Asmara yang merupakan anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IV (Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi) itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mesin cuci, Dewi juga mencatat keluhan mengenai lemotnya jaringan internet di pemondokan jemaah. Padahal jemaah sangat butuh untuk selalu terhubung dengan keluarga di Tanah Air.
"Dan keluhannya sebetulnya juga lebih kepada koper, karena masalahnya kopernya rusak, jebol. Mereka ingin beli, tapi enggak boleh. Nah, ini tentunya karena masih menunggu pengangkutan mereka tentu dengan fasilitas airline itu yang menangani kira-kira," ungkapnya.
Untuk fasilitas pendukung lainnya, lanjut Dewi, umumnya sudah sangat baik. Lift yang berjumlah 10 berfungsi dengan baik. Musala juga tersedia untuk para jemaah.
Jemaah juga dilayani oleh poliklinik dengan obat-obatan yang memadai. Dalam sehari, setidaknya ada 150 jemaah yang berobat. Jika ada yang diperlukan ke rumah sakit, maka jemaah tersebut akan dirujuk petugas.
Di pemondokan juga terdapat taman yang sering digunakan jemaah untuk senam setiap pagi. Kios-kios di sekitar pemondokan menjajakan aneka makanan dan buah-buahan yang dapat dibeli dengan mudah oleh jemaah asal Indonesia.
Kebersihan pemondokan juga sangat terjaga. Petugas cleaning service melakukan pembersihan secara rutin dan selalu siaga merespons permintaan maupun keluhan dari para jemaah. "Artinya bisa memenuhi aspirasi daripada jemaah yang beribadah sehingga membantu kelancaran ibadahnya," tandas Dewi.
