Abbad bin Bisyr dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Anshar yang memiliki keberanian luar biasa. Selain gigih di medan perang, ia juga dikenal sebagai ahli ibadah.
Ia merupakan sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang memeluk Islam sejak usia muda, ketika dakwah Islam mulai berkembang di Madinah.
Ia belajar Al-Qur'an kepada Mush'ab bin Umair, sahabat Rasulullah SAW yang diutus untuk mengajarkan Islam kepada penduduk Madinah. Abbad juga dikenal sebagai pembaca Al-Qur'an yang baik sekaligus imam salat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah ketika Abbad bin Bisyr tetap melanjutkan salat meski tubuhnya terkena tiga anak panah. Berikut kisah lengkapnya.
Kisah Abbad bin Bisyr Tetap Salat Meski Dipanah Tiga Kali
Menukil buku The Great Sahaba karya Rizem Aizid, peristiwa ini terjadi setelah Perang Dzat ar-Riqa'. Saat itu Rasulullah SAW bersama para sahabat beristirahat di sebuah lembah yang rindang.
Untuk menjaga keamanan rombongan pada malam hari, Rasulullah SAW memilih beberapa sahabat sebagai penjaga. Di antara mereka terdapat Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir.
Abbad meminta Ammar beristirahat terlebih dahulu pada awal malam, sementara dirinya berjaga.
Di tengah suasana malam yang sunyi, Abbad memanfaatkan waktu dengan mendirikan salat. Saat ia sedang khusyuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an, seorang musuh diam-diam melepaskan anak panah hingga mengenai tubuhnya.
Meski terluka, Abbad tidak membatalkan salatnya. Musuh yang melihat Abbad tetap berdiri kembali memanah untuk kedua kalinya. Anak panah itu kembali mengenai tubuhnya.
Karena Abbad masih tetap melanjutkan salat, musuh melepaskan anak panah ketiga. Tubuh Abbad pun berlumuran darah, tetapi ia tetap menyelesaikan salat hingga salam.
Setelah selesai salat, barulah Abbad membangunkan Ammar bin Yasir. Ammar terkejut melihat tubuh sahabatnya dipenuhi darah akibat tiga anak panah.
Ia pun bertanya, "Mengapa engkau tidak membangunkanku sejak terkena anak panah pertama?"
Abbad menjawab bahwa saat itu ia sedang membaca ayat Al-Qur'an dan tidak ingin memutus bacaannya. Ia juga mengatakan bahwa jika bukan karena amanah menjaga keamanan kaum muslimin, ia lebih memilih tetap melanjutkan salat meski nyawanya terancam.
Tetap Berjuang Setelah Rasulullah SAW Wafat
Perjuangan Abbad bin Bisyr tidak berakhir setelah Rasulullah SAW wafat. Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, ia ikut dalam peperangan melawan kelompok yang murtad, termasuk pasukan Musailamah al-Kadzdzab.
Dalam pertempuran itu, Abbad melihat bahwa pasukan kaum muslimin belum menunjukkan kekompakan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat kemenangan.
Ia kemudian mengusulkan agar pasukan Muhajirin dan Anshar bertanggung jawab pada barisan masing-masing sehingga setiap kelompok dapat berjuang dengan lebih teratur dan penuh tanggung jawab.
Abbad bin Bisyr terus berjuang di jalan Allah SWT hingga akhir hayatnya. Kisah hidupnya dikenang sebagai teladan dalam keberanian dan kesetiaan kepada Rasulullah SAW, serta pengorbanannya dalam menjaga umat Islam.
(inf/lus)

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Kenapa Tape Halal Padahal Mengandung Alkohol?