Simposium Haji ke-50, Arab Saudi Andalkan AI untuk Tingkatkan Pelayanan Jamaah

Simposium Haji ke-50, Arab Saudi Andalkan AI untuk Tingkatkan Pelayanan Jamaah

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 21 Mei 2026 11:45 WIB
Simposium Haji ke-50
Foto: Arab News
Jakarta -

Simposium Haji ke-50 resmi dimulai di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (20/5). Kegiatan ini berlangsung di bawah naungan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, dan menjadi ajang penting untuk membahas pengembangan pelayanan ibadah haji di era modern.

Simposium tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Council of Senior Scholars atau Dewan Ulama Senior Arab Saudi. Acara ini dihadiri pejabat tinggi pemerintahan, akademisi, hingga para pemikir Islam dari berbagai negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikabarkan Arab News, Al-Rabiah menegaskan komitmen pemerintah Arab Saudi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dengan standar terbaik. Ia menyebut bahwa Kerajaan Arab Saudi telah mengembangkan model manajemen kerumunan berbasis teknologi yang menjadi salah satu terobosan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, atas nama Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Saleh Al-Fawzan, Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Fahd Al-Majed menyampaikan bahwa arahan dari Raja Salman dan Mohammed bin Salman telah membantu menciptakan suasana ibadah yang aman dan nyaman bagi para tamu Allah.

ADVERTISEMENT

"Arahan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah memungkinkan para tamu Allah untuk melaksanakan ibadah mereka dengan nyaman dan tenang," ujar Fahd Al-Majed.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashat menjelaskan bahwa simposium ini menjadi ruang diskusi intelektual yang mempertemukan para ulama, akademisi, dan para ahli dari seluruh dunia untuk mendukung pengembangan operasional haji.

Berbagai pembahasan dalam simposium berfokus pada upaya Arab Saudi dalam meningkatkan layanan jamaah haji selama beberapa dekade terakhir. Selain itu, forum ini juga membahas program edukasi dan kesadaran jamaah, penguatan perilaku positif selama ibadah, hingga pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi operasional haji.

Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan data, inovasi digital, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam membentuk masa depan pelayanan haji yang lebih efektif dan aman.

Dalam sesi bertajuk "Peraturan dan Instruksi Sistem Pelayanan Kesehatan", Asisten Menteri Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Mohammed Al-Abdulaali menegaskan komitmen Arab Saudi dalam menjaga kesehatan jamaah haji melalui sistem layanan kesehatan yang modern dan strategi pencegahan yang terintegrasi.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan sektor kesehatan menjadi faktor penting agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan penuh ketenangan.

Menurut Al-Abdulaali, kesiapan layanan kesehatan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari visi besar Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pengalaman ibadah haji.

Selain diskusi ilmiah, simposium ini juga menghadirkan berbagai sesi terkait modernisasi layanan haji melalui teknologi digital dan kecerdasan buatan. Pemanfaatan AI dinilai mampu membantu pengelolaan jamaah, mempercepat pelayanan, meningkatkan keamanan, serta menciptakan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan efisien bagi jutaan jamaah haji setiap tahunnya.



(dvs/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads