Umar bin Khattab Pernah Ditolak Dua Perempuan, Siapa Mereka?

Umar bin Khattab Pernah Ditolak Dua Perempuan, Siapa Mereka?

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Rabu, 07 Okt 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Umar bin Khattab
Ilustrasi Umar bin Khattab. Foto: Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Umar bin Khattab dikenal sebagai khalifah yang tegas dan memiliki karakter keras. Namun, sebelum menjadi suami, ia pernah mengalami penolakan ketika melamar dua perempuan, yakni Ummu Kultsum binti Abu Bakar dan Ummu Aban binti Utbah bin Rabi'ah.

Ummu Kultsum binti Abu Bakar Menolak Lamaran Umar

Dalam buku Biografi Umar bin Al-Khathab susunan Ali Muhammad Ash-Shallabi diceritakan bahwa Umar bin Khattab pernah menemui Aisyah untuk melamar adiknya yang paling bungsu, Ummu Kultsum binti Abu Bakar.

Aisyah kemudian menyampaikan lamaran tersebut kepada Ummu Kultsum. Namun, Ummu Kultsum menolaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah Anda tidak menyukai Amirul Mukminin?" tanya Aisyah.

Ummu Kultsum menjawab bahwa dirinya tidak menyukai Umar karena memandangnya sebagai sosok yang keras dan kasar terhadap perempuan.

ADVERTISEMENT

Aisyah kemudian mengutus Amr bin Al-Ash untuk membicarakan persoalan tersebut dengan Umar. Amr pun menemui Umar dan menyampaikan bahwa Ummu Kultsum masih muda serta tumbuh dalam asuhan Aisyah yang dikenal lembut.

Menurut Amr, karakter Umar yang keras dikhawatirkan tidak sesuai dengan Ummu Kultsum. Ia kemudian menyampaikan kemungkinan Ummu Kultsum menolak lamaran tersebut.

Umar kemudian mengetahui bahwa Aisyah berada di balik penyampaian tersebut. Ia pun menerima penolakan itu.

Tidak lama kemudian, Ummu Kultsum binti Abu Bakar menikah dengan Thalhah bin Ubaidillah.

Ummu Aban binti Utbah Juga Menolak Umar

Selain Ummu Kultsum binti Abu Bakar, Umar bin Khattab juga disebut pernah ditolak oleh Ummu Aban binti Utbah bin Rabi'ah.

Kisah tersebut dicatat dalam Tarikh Khulafa karya Ibrahim Al-Quraibi. Ummu Aban merupakan putri Utbah bin Rabi'ah dan Shafiyyah binti Umayyah.

Ummu Aban disebut menolak lamaran Umar karena menilai karakter Umar terlalu keras dan kaku. Selain itu, Umar banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus kepentingan umat dan perkara akhirat.

Ummu Aban kemudian menikah dengan Thalhah bin Ubaidillah. Ia memilih Thalhah karena menilai sahabat Nabi tersebut memiliki sifat yang lebih lembut sebagai seorang suami.

Kedua lamaran Umar tersebut disampaikan tanpa paksaan. Penolakan kedua perempuan tersebut juga diterima Umar karena Islam tidak memaksa seorang perempuan menikah dengan laki-laki yang tidak disukainya.

Umar bahkan pernah berpesan agar para wali tidak memaksa anak perempuan mereka menikah dengan laki-laki yang buruk. Menurutnya, perempuan memiliki pertimbangan dan pilihan dalam menentukan pasangan.

Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah. Dalam Sunan at-Tirmidzi jilid 2 susunan Muhammad bin Isa bin Saurah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Anak yatim perempuan dimintai izin ketika akan dinikahkan, jika diam maka itu adalah izinnya dan jika ia tidak mau, maka tidak boleh memaksanya." (HR Abu Dawud)

Hadits tersebut secara khusus membahas perempuan yatim, tetapi persoalan persetujuan perempuan dalam pernikahan tidak terbatas pada mereka.

Perempuan yang akan dinikahkan juga memiliki hak untuk menyetujui atau menolak calon suaminya. Hal ini pula yang tergambar dalam kisah Ummu Kultsum dan Ummu Aban ketika keduanya menolak lamaran Umar bin Khattab.



(inf/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads