Mulai 22 Mei, Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara

Kabar Haji Bersama BSI

Mulai 22 Mei, Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara

Rachmatunnisa - detikHikmah
Kamis, 21 Mei 2026 08:45 WIB
Bus-bus yang akan digunakan sebagai armada bus Shalawat untuk melayani jemaah haji Indonesia di Makkah.
Bus-bus yang akan digunakan sebagai armada bus Shalawat untuk melayani jemaah haji Indonesia di Makkah. Foto: Dok MCH 2026
Makkah -

Jemaah haji Indonesia diimbau menyesuaikan aktivitas ibadah menjelang puncak haji. Pasalnya, layanan bus Shalawat yang selama ini mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan operasional fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah Syarif Rahman meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri menuju Masjidil Haram selama masa penghentian layanan berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengimbau jemaah untuk beribadah di musala atau masjid di sekitar hotel saja. Karena penghentian ini bertepatan dengan hari Jumat, sebaiknya jemaah tidak memaksakan diri untuk tetap salat di Masjidil Haram," ujar Syarif di Kantor Daker Makkah, Rabu (20/5/2026) malam.

Layanan bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi normal setelah fase Armuzna selesai, yakni mulai 14 Zulhijah (31 Mei 2026) pukul 01.00 WAS. Meski demikian, PPIH memastikan jemaah yang masih membutuhkan layanan transportasi untuk pelaksanaan ibadah tertentu tetap akan difasilitasi, khususnya bagi jemaah gelombang pertama yang segera kembali ke Indonesia setelah puncak haji.

"Sekali lagi, kita akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan tawaf ifadah dan wada," tegasnya.

Tak hanya itu, PPIH juga mengantisipasi kedatangan kloter akhir yang tiba di Makkah mendekati masa penutupan operasional menjelang Armuzna. Pihaknya telah menyiapkan sekitar 30 armada bus khusus untuk mendukung pelaksanaan umrah wajib jemaah.

Armada tersebut terdiri dari bus reguler dan bus ramah lansia yang dapat mengakomodasi jemaah pengguna kursi roda. "Jemaah tidak perlu risau karena kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka," kata Syarif.

Selain menyiapkan armada tambahan, petugas juga menyiagakan sejumlah terminal operasional untuk mendukung mobilitas jemaah. Jika kondisi memungkinkan, layanan akan memanfaatkan Terminal Syib Amir, Terminal Ajyad, dan Terminal Jabal Ka'bah. Langkah ini dilakukan agar arus pergerakan jemaah tetap teratur dan pelayanan dapat berjalan lancar menjelang fase puncak ibadah haji.



(rns/kri)
Kabar Haji dari Tanah Suci

Kabar Haji dari Tanah Suci

381 konten
Seputar berita tentang jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci. detikHikmah akan mengabarkan kegiatan jemaah haji Indonesia dari awal hingga akhir musim haji.
Berita Terkait