Begini Proses Ribuan Hewan Dam Disembelih di Makkah

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Begini Proses Ribuan Hewan Dam Disembelih di Makkah

Rachmatunnisa - detikHikmah
Kamis, 14 Mei 2026 07:00 WIB
General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelali mengenai operasional Adahi.
Foto: PPIH Media Center Haji 2026
Makkah -

Ribuan hadyu atau hewan dam milik jemaah haji dari berbagai negara, termasuk jemaah haji Indonesia, diproses di fasilitas Adahi, pusat penyembelihan hewan dam yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi selama musim haji.

Bersama sejumlah media dari berbagai negara, tim Media Center Haji Indonesia diajak berkeliling fasilitas tersebut dan menyimak penjelasan General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelali mengenai operasional Adahi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi ini, proses penyembelihan dilakukan menggunakan sistem modern dan terintegrasi, mulai dari pemotongan, pengulitan, pencucian, hingga pengemasan daging sebelum didistribusikan ke berbagai negara.

Seraj menjelaskan, kapasitas penyembelihan hewan dam di fasilitas tersebut bisa mencapai ratusan ribu ekor per hari. "Per hari lebih dari 400 ribu. Lebih dari 300 ribu," ujarnya saat memandu media di fasilitas pemotongan hewan dam Adahi di Makkah, Senin (11/5).

ADVERTISEMENT

Menurut Seraj, Adahi sebenarnya mampu menangani pemotongan dalam jumlah jauh lebih besar. Kapasitas maksimal fasilitas tersebut dapat mencapai hingga 1,5 juta ekor hewan. Namun, kapasitas penyimpanan yang tersedia saat ini berada di angka sekitar 1,2 juta ekor.

Untuk menangani operasional berskala besar tersebut, Adahi melibatkan sekitar 17 ribu pegawai selama musim haji berlangsung. Seluruh proses penyembelihan dan pengolahan dilakukan dengan standar kebersihan dan higienitas yang ketat.

Area penyembelihan utama berada di lantai dasar dengan kapasitas tampung belasan ribu ekor hewan. Setelah disembelih, hewan diproses di lantai dua untuk pengulitan dan pemisahan bagian penting daging. Daging kemudian dibawa menuju ruang pencucian, freezer, hingga tahap pengemasan akhir sebelum dikirim. Seluruh alur kerja di fasilitas tersebut terlihat berjalan cepat dan sistematis menggunakan peralatan modern serta jalur produksi terintegrasi.

Distribusi ke Berbagai Negara Kecuali Indonesia

Tak hanya melayani penyembelihan, Adahi juga mendistribusikan daging dam ke berbagai negara yang membutuhkan bantuan pangan. "Kami mendistribusikan porsi daging ke negara-negara yang membutuhkan berdasarkan delapan kriteria (golongan penerima kurban berdasarkan syariat Islam)," kata Seraj.

Distribusi daging, lanjut Seraj, diprioritaskan untuk wilayah terdampak bencana alam, perang, wabah penyakit, maupun kondisi darurat lainnya. "Jadi kami memiliki kriteria tertentu. Berdasarkan hal itu kami menentukan porsi daging yang akan dikirim ke negara-negara tersebut. Jadi ini tidak konstan, bisa berubah setiap tahun berdasarkan situasi di seluruh dunia," ujarnya.

Seraj menambahkan daftar negara penerima bantuan daging terus berubah mengikuti perkembangan kondisi global. "Banyak kondisi yang memengaruhi seluruh dunia, seperti bencana alam, perang, penyakit, dan virus. Jadi tidak tetap, berubah sesuai kondisi setiap tahun," katanya.

Menariknya, Indonesia rupanya tidak termasuk dalam daftar negara penerima distribusi daging dam dari Arab Saudi. Padahal, jumlah jemaah haji Indonesia salah satu yang terbesar, dan dengan demikian juga berkontribusi pada jumlah daging hewan dam yang didistribusikan.

Seraj menyebut, hal ini karena adanya regulasi impor daging dari luar negeri. "Karena otoritas Indonesia tidak mengizinkan daging yang disembelih di luar Indonesia untuk diimpor. Jadi ini karena masalah regulasi, bukan alasan lain. Itu regulasi lokal, bukan dari pihak kami," jelasnya.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads