Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup

Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 10 Agu 2026 05:00 WIB
Ilustrasi masuknya Islam ke Nusantara lewat jalur perdagangan
Ilustrasi masuknya Islam ke Nusantara (Foto: AI/ChatGPT)
Jakarta -

Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Sejarah mencatat bahwa syiar Islam di Nusantara tidak lepas dari peran penting para pedagang muslim. Namun, kapan sebenarnya Islam pertama kali merambah Tanah Air?

Banyak teori yang menjadi literatur dalam memahami sejarah masuknya Islam di Nusantara. Mulai dari Teori Gujarat, Teori Persia, Teori Tiongkok, hingga Teori Makkah (Arab). Di antara berbagai teori tersebut, terdapat fakta sejarah menarik yang menunjukkan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan dalam buku Awal Mula Muslim di Bali Kampung Loloan Jembrana Sebuah Entitas Kuno karya H. Bagenda Ali, masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia berlangsung amat cepat. Hal ini didorong oleh hubungan erat antara pedagang muslim dari Arab, Gujarat (India), dan Persia dengan penduduk lokal.

Di antara teori yang ada, Teori Arab atau Teori Makkah menjadi salah satu yang menyajikan bukti historis paling awal. Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Makkah dan Madinah pada abad ke-1 Hijriah atau sekitar abad ke-7 Masehi.

ADVERTISEMENT

Bukti utamanya terletak pada keberadaan perkampungan Islam kuno di Pantai Barus, Sumatera Utara (sebelumnya sering dirujuk wilayah pesisir Sumatera), yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Wilayah ini dicatat oleh bangsa China dengan nama Ta-Shih, sebutan bagi orang-orang Arab.

Dokumen kuno dari China tulisan Chu Fan Chi yang mengutip catatan ahli geografi Chou Ku-Fei mencatat bahwa komunitas muslim Arab sudah bermukim di Pantai Barus sekitar tahun 625 Masehi.

Tahun tersebut sangat monumental karena hanya berjarak sekitar 9 tahun dari momen ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali memulai dakwah Islam secara terbuka di Makkah. Artinya, saat Rasulullah SAW masih hidup dan memimpin umat di Jazirah Arab, para sahabat atau pedagang muslim diperkirakan telah berlayar hingga ke pesisir Nusantara.

Pelayaran jarak jauh ini disinyalir berkaitan dengan dorongan ajaran Islam untuk menuntut ilmu dan berdagang hingga ke negeri China.

Bukti keberadaan Islam sejak era awal ini diperkuat oleh temuan arkeologis di kompleks pemakaman Mahligai, Barus. Di lokasi tersebut ditemukan makam kuno dengan batu nisan bertuliskan nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 Masehi.

Riset bersama dari École Française d'Extrême-Orient (EFEO) Prancis dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mempertegas bahwa pada abad ke-9 hingga ke-12 Masehi, Barus telah berkembang menjadi kota pelabuhan kosmopolitan yang dihuni berbagai suku dunia, mulai dari Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Bugis, hingga Bengkulu.

Kehadiran komunitas awal ini yang kemudian memicu lahirnya kerajaan-kerajaan Islam pertama di Sumatera, seperti Kerajaan Perlak yang dilanjutkan oleh Kerajaan Samudera Pasai.



(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads