HUT ke-81 RI, Gus Yahya Sebut Proklamasi Adalah Peristiwa Peradaban Dunia

HUT ke-81 RI, Gus Yahya Sebut Proklamasi Adalah Peristiwa Peradaban Dunia

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 17 Agu 2026 14:00 WIB
Gus Yahya usai acara penandatanganan MoU antara PBNU dan UI di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Ketum PBNU, Gus Yahya (Foto: Anisa Rizki/detikHikmah)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 membawa makna yang sangat mendasar. Bagi NU, peristiwa tersebut tidak sekadar menjadi momen bersejarah dalam konteks kebangsaan semata, melainkan tonggak peradaban bagi umat manusia.

"Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya peristiwa kebangsaan. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah peristiwa peradaban," tegas Gus Yahya, dikutip dari NU Online, Senin (17/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Yahya menguraikan bahwa Proklamasi membawa falsafah mulia yang menegaskan kemerdekaan sebagai hak hakiki setiap bangsa. Atas dasar itu, prinsip tersebut mewajibkan penolakan dan penghapusan segala bentuk kolonialisme di muka bumi.

"Kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu maka, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini.

ADVERTISEMENT

Mewakili Jam'iyyah Nahdlatul Ulama dan jajaran PBNU, Gus Yahya memanjatkan doa serta ucapan selamat atas peringatan 81 tahun Indonesia merdeka. Ia berharap spirit Proklamasi terus memandu perjalanan bangsa menuju masa depan peradaban yang berkeadaban.

"Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, selamat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026. Semoga dengan inspirasi dari Proklamasi Kemerdekaan itu, bangsa Indonesia, peradaban umat manusia akan menemukan jalan yang lebih lempang menuju masa depan peradaban yang lebih mulia," paparnya.

Seperti diketahui, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema utama "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Berdasarkan informasi dari situs resmi Presiden RI, tema ini kali pertama diumumkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro bersamaan dengan pembukaan jajak pendapat logo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Tema besar ini menjadi kompas dan landasan visual nasional dalam merancang semangat kemerdekaan 2026. Pemerintah merinci bahwa gagasan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" memuat visi strategis jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia.

Secara rinci, konsep 'berdaulat' menekankan pada kemandirian utuh bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa dikendalikan pihak asing-mencakup ketahanan politik, kemandirian pangan, kedaulatan energi, hingga kemajuan teknologi nasional.

Adapun kata 'adil' menegaskan jaminan kesetaraan sosial dan kesempatan yang merata bagi seluruh warga dari Sabang sampai Merauke. Hal ini meliputi akses pendidikan bermutu, fasilitas kesehatan, kesempatan kerja, serta kepastian hukum yang inklusif.

Sementara itu, pilar 'makmur' menjadi muara dari kesejahteraan riil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, bukan sekadar capaian angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas.

Menariknya, identitas visual logo resmi HUT ke-81 RI tahun ini ditentukan langsung oleh rakyat. Logo karya Fajar Novario, desainer grafis asal Padang, terpilih setelah meraih suara terbanyak sebesar 44,73 persen.



(hnh/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads