Kabar baik bagi jemaah haji reguler Indonesia yang akan berangkat tahun ini. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh jemaah akan menempati hotel di kawasan Markaziyah, yang merupakan ring utama atau wilayah terdekat dari Masjid Nabawi.
Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah PPIH Arab Saudi, Zaenal Muttaqin, menyebut kawasan Markaziyah adalah area yang paling diburu oleh jemaah haji dari seluruh dunia. Meski persaingan mendapatkan slot di wilayah tersebut sangat ketat, Indonesia berhasil mengamankan kuota penuh.
"Seluruh jemaah haji reguler Indonesia, sekitar 203 ribu orang, seluruhnya bisa ditempatkan di daerah Markaziyah," kata Zaenal dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026), dikutip Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zaenal menjelaskan bahwa keunggulan utama tinggal di Markaziyah adalah aksesibilitasnya. Jemaah tidak perlu menempuh perjalanan jauh atau menggunakan transportasi tambahan untuk mencapai pusat ibadah.
"Yang paling utama adalah jemaah bisa setiap waktu salat di Masjid Nabawi tanpa harus bersusah payah, cukup berjalan kaki," jelasnya.
Meski kapasitas kamar bervariasi-mulai dari isi dua hingga lebih dari empat orang-prioritas utama PPIH adalah memastikan kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah di Kota Nabi.
PPIH menyadari bahwa dengan jumlah jemaah mencapai ratusan ribu, potensi kendala di akomodasi tetap ada. Untuk itu, berbagai kanal pengaduan telah disiapkan, mulai dari tim krisis, tim sigap, hingga layanan digital.
Jemaah bisa melaporkan kendala melalui:
- WA Center
- Aplikasi Kawal Haji
- Petugas Sektor di Lapangan
Zaenal memastikan setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti. Namun, ia juga meminta jemaah dan keluarga di Tanah Air memahami bahwa beberapa masalah teknis memerlukan koordinasi dengan pihak hotel di Arab Saudi.
"Kalau semua berjalan lancar, proses penempatan jemaah dari menerima kunci hingga masuk kamar bisa selesai dalam 15 menit. Namun jika ada kendala, tentu membutuhkan proses," ungkap Zaenal.
Sebagai langkah preventif, petugas Daker Madinah rutin melakukan monitoring harian dengan berkeliling ke hotel-hotel. Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan jemaah tetap terjaga secara optimal selama di Madinah.
(hnh/inf)

Komentar Terbanyak
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT