Lapangan hijau Piala Dunia kini bukan sekadar arena perebutan trofi bergengsi, melainkan telah menjelma menjadi panggung untuk menyampaikan sejumlah pesan di hadapan dunia internasional.
Melalui sorotan kamera yang disaksikan miliaran pasang mata, para pesepak bola muslim memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan ajaran Islam secara langsung.
Dengan membawa identitas agamanya, berikut ini deretan pesepak bola muslim yang pernah mencuri perhatian di Piala Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar Pemain Muslim yang Pernah Mencuri Perhatian di Piala Dunia
1. Mohamed Salah (Mesir)
Mohamed Salah merupakan salah satu pesepak bola muslim paling terkenal di dunia. Menurut laporan The Washington Post, bintang asal Mesir itu dikenal sebagai seorang Muslim Sunni yang menjalankan ajaran agamanya secara terbuka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Setiap kali mencetak gol, Salah hampir selalu melakukan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah. Pengaruh Salah juga tidak hanya terbatas di lapangan hijau saja. Kehadirannya dinilai memberi dampak positif terhadap citra umat Islam di berbagai negara.
2. Ismael Saibari (Maroko)
Ismael Saibari lahir di Terrassa, Spanyol, dari orang tua asal Maroko. Meski memiliki kewarganegaraan Spanyol, Belgia, dan Maroko, pemain berusia 25 tahun itu memilih membela tim nasional Maroko.
Pada Piala Dunia 2026, Saibari tampil gemilang. Saat mencetak gol kemenangan atas Belanda, ia langsung memeluk ibunya. Selebrasi ini menjadi nilai dakwah tersendiri tentang bagaimana Islam mengajarkan penghargaan kepada sang ibu.
3. Ismaïla Sarr (Senegal)
Ismaïla Sarr menjadi salah satu pemain Senegal yang paling bersinar di Piala Dunia. Menurut Channel News Asia, gol yang dicetaknya saat Senegal menang telak 5-0 atas Irak menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Senegal di Piala Dunia.
Di luar penampilannya di lapangan, Sarr juga dikenal sebagai seorang muslim. Keyakinannya sejalan dengan mayoritas masyarakat Senegal yang memeluk agama Islam.
Hal itu tampak dari kebiasaannya duduk terlebih dahulu sebelum minum, meski sedang berada di tengah sorotan publik. Tindakan sederhana tersebut dikenal oleh banyak umat Islam sebagai salah satu amalan sunnah dan adab yang dianjurkan saat minum.
4. Yassine Bounou (Maroko)
Yassine Bounou merupakan penjaga gawang andalan Maroko yang dikenal sebagai seorang muslim yang taat.
Melansir laman FIFA, Piala Dunia Qatar 2022 menjadi salah satu pencapaian terbaik sepanjang kariernya. Saat membantu Maroko menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti, Bounou mencatat sejarah sebagai kiper Arab pertama yang berhasil menggagalkan lebih dari satu tendangan penalti pada adu penalti putaran final Piala Dunia.
Pada Piala Dunia FIFA 2026, Bounou kembali mencuri perhatian. Setelah Maroko memastikan tiket ke babak 16 besar, kiper berusia 35 tahun itu melakukan sujud syukur di lapangan. Bagi banyak penggemar, aksi tersebut menunjukkan rasa syukur kepada Allah yang juga memperlihatkan keimanan dan kerendahan hatinya.
5. Achraf Hakimi (Maroko)
Achraf Hakimi menjadi salah satu ikon sepak bola Maroko. Bek kanan yang lahir pada 4 November 1998 itu merupakan kapten tim nasional Maroko sekaligus salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Atlas Lions.
Hakimi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2025. Performa konsisten yang ditunjukkannya membuat ia selalu menjadi andalan Maroko pada berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia.
Di samping prestasinya di lapangan, Hakimi dikenal tidak ragu menunjukkan nilai-nilai Islam yang diyakininya. Menjelang pertandingan, ia beberapa kali terlihat mengangkat tangan untuk berdoa. Setelah laga usai, Hakimi juga kerap melakukan sujud syukur sebagai rasa syukur kepada Allah.
6. Pape Gueye (Senegal)
Pape Alassane Gueye lahir di Montreuil, Prancis, pada 24 Januari 1999. Meski lahir di Prancis, ia memilih membela tim nasional Senegal.
Gelandang bertahan yang bermain untuk Villarreal tersebut menjadi bagian dari skuad juara Piala Afrika 2021 serta tampil di Piala Dunia 2022.
Pada Piala Dunia 2026, sejumlah media internasional memasukkan Gueye sebagai salah satu pemain terbaik Senegal.
Gueye juga dikenal sebagai seorang muslim. Setelah mencetak gol penentu kemenangan Senegal pada final Piala Afrika, ia mengangkat telunjuk ke arah langit. Aksi tersebut dipandang banyak penggemar sebagai rasa syukur kepada Allah.
7. Habib Diarra (Senegal)
Habib Diarra menjadi salah satu gelandang muda yang paling menjanjikan milik Senegal.
Pada Piala Dunia 2026, Diarra tampil menonjol bersama Senegal. Ia mencetak gol saat menghadapi Irak, kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Senegal unggul 2-0 atas Belgia pada babak 32 besar, meski akhirnya Senegal harus tersingkir karena comeback dramatis dari Belgia.
Habib Diarra juga beberapa kali memperlihatkan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Contohnya seusai laga melawan Belgia, ia melakukan sujud syukur di lapangan.
8. Lamine Yamal (Spanyol)
Lamine Yamal merupakan pemain muslim yang memiliki ayah berkebangsaan Maroko. Namanya sempat menjadi perhatian dunia setelah mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar Liga Spanyol bersama Barcelona pada Mei lalu.
Pada Piala Dunia 2026, ia kembali menjadi salah satu sorotan utama. Meski sempat mengalami cedera sebelum turnamen dimulai, Yamal mampu pulih dan membantu Spanyol melaju ke fase gugur.
Yamal dikenal tidak ragu menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim. Menjelang pertandingan, ia beberapa kali terlihat memanjatkan doa. Setelah mencetak gol, ia juga melakukan sujud syukur sebelum mengangkat telunjuk ke arah langit.
(inf/kri)

Komentar Terbanyak
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT