Adab Berhubungan Suami Istri dalam Islam

Adab Berhubungan Suami Istri dalam Islam

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Jumat, 03 Jul 2026 20:45 WIB
Happy Middle Eastern Couple Holding Hands Smiling To Each Other Sitting On Couch Spending Time Together At Home. Happiness In Relationship And Marriage Concept. Selective Focus
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Getty Images/Prostock-Studio
Jakarta -

Hubungan suami istri termasuk ibadah yang bernilai pahala apabila dijalankan sesuai tuntunan syariat. Karena itu, Islam mengajarkan adab yang sebaiknya diamalkan agar hubungan tersebut membawa keberkahan bagi pasangan.

Adab Berhubungan Suami Istri

Mengacu pada buku Islam dan Kebidanan karya Mokhamad Rohma Rozikin, hubungan suami istri termasuk amal saleh apabila dilakukan dengan cara yang benar. Sebelum memulainya, pasangan dianjurkan membersihkan mulut, memakai wewangian, serta tampil rapi dan menarik di hadapan pasangan.

Lalu, apa saja adab lainnya dari berhubungan suami istri dalam Islam? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Membaca Basmalah dan Doa Sebelum Berhubungan

Syariat menganjurkan agar berhubungan suami istri diawali dengan membaca basmalah dan doa supaya Allah SWT memberikan keberkahan serta menjauhkan dari gangguan setan.

Doa yang dibaca adalah sebagai berikut.

ADVERTISEMENT

بِسْمِ اللهِ، اَللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Latin: Bismillāhi, Allāhumma jannibnasy-syaithāna wa jannibisy-syaithāna mā razaqtanā.

Artinya: "Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkan pula setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami."

Anjuran tersebut didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda:

"Andaikan salah seorang di antara kalian ketika hendak menggauli istrinya membaca doa, 'Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami' kemudian ditakdirkan lahir seorang anak dari hubungan tersebut, maka setan tidak akan membahayakannya selamanya." (HR Muslim)

2. Melakukan Pemanasan

Islam juga mengajarkan agar suami istri tidak terburu-buru melakukan hubungan intim. Dianjurkan melakukan pemanasan terlebih dahulu agar kedua belah pihak merasa nyaman dan memperoleh kepuasan bersama.

Cara ini juga membantu mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan sehingga hubungan intim dapat berlangsung dengan lebih nyaman bagi kedua pasangan.

3. Bebas Memilih Posisi dan Cara Berhubungan

Pasangan diperbolehkan memilih posisi, durasi, maupun cara yang disepakati bersama selama tetap berada pada batas yang dihalalkan.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 223:

نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: "Istrimu adalah ladang bagimu. Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin."

Ayat tersebut menjelaskan adanya keleluasaan bagi pasangan suami istri selama hubungan dilakukan sesuai ketentuan syariat.

4. Berwudu Jika Ingin Mengulangi Hubungan

Apabila ingin kembali berhubungan setelah selesai, dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu.

Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya kemudian ingin mengulanginya lagi, hendaklah ia berwudu terlebih dahulu." (HR Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri RA)

5. Mandi Bersama Setelah Selesai

Setelah hubungan suami istri selesai, pasangan diperbolehkan mandi bersama. Hal ini termasuk sesuatu yang dibolehkan dan dapat mempererat hubungan suami istri.

Meski demikian, sebelum kembali menjalankan ibadah seperti salat atau aktivitas lain yang mensyaratkan suci dari hadas besar, keduanya wajib melaksanakan mandi junub atau mandi wajib.

6. Menjaga Rahasia Hubungan Suami Istri

Islam melarang suami maupun istri menceritakan urusan hubungan intim kepada orang lain. Hal tersebut termasuk membuka rahasia rumah tangga yang seharusnya dijaga.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah seorang laki-laki yang berhubungan dengan istrinya dan istrinya pun berhubungan dengannya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya." (HR Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri RA)

Hadits ini menjadi pengingat agar pasangan tetap menjaga privasi rumah tangga dan tidak menjadikan urusan intim sebagai bahan cerita kepada orang lain.




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads