Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M akan segera dimulai. Calon jemaah kloter pertama akan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan terbang keesokan harinya.
Pemerintah memastikan kesiapan haji sudah hampir 100 persen. Dirangkum detikcom, berikut data dan fakta haji 2026 yang diketahui sejauh ini.
1. Usung Tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan
Haji 2026 mengusung tema "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan". Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo mengatakan konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan hadir sebagai respons atas kondisi demografis jemaah haji Indonesia yang didominasi kelompok rentan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data menunjukkan, banyak jemaah haji Indonesia adalah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid). Untuk membekali jemaah, pemerintah menggelar manasik haji nasional.
"Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah sejak dari Tanah Air. Melalui manasik ini, jemaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan pengetahuan," kata Puji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
2. Sekitar 170 Ribu Jemaah Berisiko Tinggi
Tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan 221.000 jemaah haji. Salah satu tantangan besarnya, sekitar 170.000 jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti).
"Secara statistik jemaah haji kita yang risti artinya mereka-mereka yang punya penyakit komorbid ya, kemudian secara fisik ada apa namanya penyakit begitu itu hampir 170.000," sebut Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada awak media di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Dahnil mengatakan kondisi inilah yang membuat peran petugas haji begitu penting sehingga membutuhkan kondisi fisik prima dan kedisiplinan tinggi.
3. Biaya Nambah karena Kenaikan Harga Avtur
Konflik Iran dan Israel-Amerika Serikat di Timur Tengah turut berdampak pada harga minyak dunia yang menyebabkan kenaikan harga avtur. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan harga avtur naik 2-3 kali lipat.
"Avtur naik 2-3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini dan kita sedang mencari pemecahannya," ujar Gus Irfan pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi di Kantor Kemenhaj, Selasa (7/4/2026).
Dua maskapai haji 2026, Garuda Indonesia dan Saudia, mengajukan kenaikan biaya penerbangan cukup signifikan. Gus Irfan mengatakan totalnya mencapai Rp 1,77 triliun.
"Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya hingga Rp 974,8 miliar, sementara Saudia sebesar Rp 802,8 miliar. Secara total, biaya penerbangan haji meningkat dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 8,46 triliun, atau naik sebesar Rp 1,77 triliun," beber Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (14/4/2026).
4. Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Biaya Jemaah
Meski demikian, pemerintah memastikan kenaikan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan selisih biaya akan dibayar menggunakan efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Hari ini Presiden @prabowo memutuskan tidak boleh dibebankan kepada jamaah. Negara ambil alih beban tersebut melalui dana efisiensi dari APBN, maka jamaah tidak perlu membayar beban kenaikan tersebut," kata Dahnil, Rabu (8/4/2026).
5. Pemerintah Cari Landasan Hukum Bayar Kenaikan Biaya Haji
Pemerintah saat ini sedang mencari landasan hukum agar bisa mengambil sumber dana untuk menutup kekurangan biaya penerbangan yang mencapai Rp 1,77 triliun itu.
"Yang jelas kami pemerintah memastikan bahwa kita akan tutup permintaan tambahan anggaran itu. Kemudian sumbernya kita masih berdiskusi dengan teman-teman DPR juga terutama terkait landasan hukumnya," kata Gus Irfan dalam konferensi pers Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji 2026, Rabu (15/4/2026).
"Tapi anggaran jelas masih ada tinggal kita mencari landasan hukumnya untuk bisa menggelontorkan anggaran itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya sampaikan sumber anggaran itu," sambungnya.
6. Ongkos Naik Haji Turun Rp 2 Juta
Meskipun harga avtur naik, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tak ada kenaikan biaya bagi jemaah haji, justru pemerintah menurunkan biaya haji sebesar Rp 2 juta.
"Yang kita sudah putuskan adalah yang boleh kita umumkan sekarang adalah bahwa pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar dua juta rupiah," ujar Prabowo dalam taklimat raker pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Prabowo menegaskan keputusan ini menjadi komitmen pemerintah dalam melindungi rakyat kecil.
"Walaupun harga avtur naik tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah," tegasnya.
7. Koper Belum Terdistribusi Semua
Menjelang keberangkatan pertama jemaah haji yang tinggal menghitung hari, distribusi koper belum sepenuhnya rampung. Berdasarkan data yang disampaikan Menhaj Mochamad Irfan Yusuf pada 8 April 2026, progres distribusi koper di maskapai Saudia mencapai 58 persen dan masih stabil. Kendala terjadi di maskapai Garuda Indonesia.
"Namun terdapat kendala signifikan khususnya pada pengiriman oleh Garuda Indonesia di mana dari 20.617 koper yang telah dikirim maskapai, baru 1.653 koper yang terkonfirmasi diterima oleh kanwil. Ini memang angka yang sangat-sangat kurang," kata Gus Irfan dalam rapaat bersama Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (8/4/2026).
Dalam rapat yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyampaikan kekhawatiran yang muncul di kalangan calon jemaah.
"Akhir-akhir ini, Pak Menteri, masyarakat atau jemaah ini sudah gelisah berangkat dan tidak, ya. Habis begitu, kopernya sampai sekarang belum sampai. Jadi menambah kegelisahan jemaah," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid dalam rapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (8/4/2026).
Kabar terbaru, Kemenhaj memastikan distribusi koper ke jemaah haji selesai pada 17 April 2026. Tim Kemenhaj juga sudah mengirimkan surat peringatan kepada maskapai terkait.
"Kita juga kemarin sudah mengirimkan surat ke Garuda tentang peringatan tentang keterlambatan ini dan seperti saran tadi, kita juga sudah mulai memikirkan punishment apa yang harus kita lakukan untuk keterlambatan koper ini," sebut Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
"Termasuk kita datangi perusahaan yang ada di Bogor, Itu juga yang menjadi salah satu sumber keterlambatan di sana," tambah dia.
8. Kartu Nusuk Tertahan di Bea Cukai
Mulai tahun ini, pembagian Kartu Nusuk akan dilakukan di asrama haji. Kartu akan dibagikan oleh syarikah di embarkasi. Syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia tahun ini adalah Dhuyuf Al Bait dan Rakeen Mashariq Al Mutayizah Company for Pilgrim Service.
Berdasarkan data terbaru, Rakeen Mashariq sudah memegang Kartu Nusuk jemaah Indonesia, sedangkan Kartu Nusuk yang menjadi tanggung jawab Dhuyuf Al Bait masih tertahan di Bea Cukai.
"Sampai pagi ini yang syarikah dari Duyuf Al-Bayt sudah melaporkan bahwa Kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia Sabtu yang lalu, tapi belum keluar dari Bea Cukai," sebut Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Kemenhaj tengah berupaya membantu syarikah agar masalah Kartu Nusuk segera terselesaikan.
(kri/erd)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji