Wamenhaj: War Tiket Haji Prioritaskan 5,7 Juta Calon Jemaah yang Sudah Antre

Wamenhaj: War Tiket Haji Prioritaskan 5,7 Juta Calon Jemaah yang Sudah Antre

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 15 Apr 2026 16:55 WIB
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) bersama Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Anisa Rizki/detikHikmah
Jakarta -

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan wacana war tiket dalam penyelenggaraan haji bertujuan memangkas atau memperpendek antrean 5,7 juta orang jemaah RI yang ada saat ini.

"Pada prinsipnya jangan khawatir dengan yang udah ngantri 5,7 juta itu. Justru kita ingin mengurangi dan memperpendek 5,7 juta ini," ujarnya kepada wartawan di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahnil juga menyebut istilah 'war tiket' ini bertujuan menolkan antrean haji. Sebagaimana diketahui pada era Presiden Prabowo Subianto antrean haji paling lama yaitu 26 tahun. Presiden meminta agar lama waktu 26 tahun itu dipangkas lagi.

"War tiket ini sebenarnya istilah yang digunakan oleh Pak Menteri untuk menunjukkan ada kompetisi yang terbuka untuk memastikan prinsipnya kita berusaha menolkan antrean (haji)," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Dia meminta agar masyarakat tidak terjebak pada penggunaan istilah war tiket. Istilah tersebut digunakan dengan maksud agar masyarakat lebih paham.

"Itu pendekatannya supaya teman-teman paham. Itu istilah-istilah saja. Maksudnya ada kompetisi di situ, siapa yang istitha'ah, siapa yang mampu ya beli," ungkap Dahnil.

Menurut penjelasannya, prioritas dari wacana war tiket itu adalah 5,7 juta calon jemaah haji yang mengantre saat ini.

"Prioritas dari istilah war tiket itu 5,7 juta ini, habis dulu ini. Nah tinggal diskusi berikutnya keuangan haji kita sanggup nggak?" kata Wamenhaj.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf juga menyatakan calon jemaah haji yang sudah mengantre tidak perlu khawatir. Terkait war tiket masih berupa wacana sehingga diperlukan kajian mendalam dengan seluruh stakeholder haji.

"Alhamdulillah saya bersyukur dan saya baca semua. Respon dari masyarakat terkait dengan antrean yang begitu banyak 'nanti tahun depan antrean saya hilang dihapus', nggak nggak. Ini masih wacana yang cukup panjang diperlukan pembicaraan dari semua stakeholder haji dan yang pasti tidak akan menghapus mereka yang sudah antre," tandasnya.



(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads