Madinah merupakan salah satu kota suci yang dikunjungi jemaah haji dan umrah. Selain menunaikan ibadah, banyak jemaah juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunjungi berbagai situs bersejarah Islam.
Madinah dikenal sebagai kota tempat Nabi Muhammad SAW tinggal dan berdakwah setelah hijrah dari Makkah. Kota ini juga disebut Madinatunnabiy, yang berarti Kota Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan Madinah dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW.
"Satu kali salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali salat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram." (HR Bukhari)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai Kota Nabi, Madinah menyimpan banyak peninggalan sejarah Islam, mulai dari makam para sahabat hingga masjid-masjid bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Madinah juga menjadi saksi perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama Allah SWT hingga beliau wafat.
Berikut daftar 12 tempat ziarah di Madinah untuk wisata haji dan umrah yang sering dikunjungi jemaah.
12 Tempat Ziarah di Madinah untuk Wisata Haji dan Umrah
Berikut sejumlah tempat ziarah di Madinah untuk wisata haji dan umrah yang memiliki nilai sejarah penting dalam Islam yang dikutip dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2024.
1. Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah bukit terbesar di Madinah yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari pusat kota. Bukit ini menjadi saksi Perang Uhud pada tahun ketiga Hijriah. Saat itu, 700 pasukan Muslim berhadapan dengan 3.000 pasukan musyrikin Makkah. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang ketaatan dan perjuangan dalam Islam.
Gunung Uhud atau Jabal Uhud dikenal sebagai salah satu gunung yang kelak ada di surga. Gunung ini berada di Madinah dan tersusun dari batu berwarna kemerahan. Tinggi Jabal Uhud sekitar 1.050 meter dengan panjang kurang lebih 7 kilometer.
Jabal Uhud tampak berdiri sendiri dan tidak menyatu dengan pegunungan lain di sekitarnya. Bentuknya yang terpisah inilah yang membuat penduduk Madinah menyebutnya Jabal Uhud, yang berarti "bukit yang menyendiri."
2. Masjid Abu Dzar Al Ghifari
Masjid ini berada sekitar 900 meter di barat daya Masjid Nabawi. Di tempat ini, Rasulullah SAW pernah sujud sangat lama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Karena sujudnya yang panjang, Abdurrahman bin Auf RA sempat mengira Rasulullah SAW telah wafat. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan bahwa sujud tersebut dilakukan karena kabar gembira dari Malaikat Jibril tentang keutamaan bershalawat.
3. Masjid Al-Ijabah
Masjid Al-Ijabah terletak sekitar 580 meter dari Masjid Nabawi dan 285 meter dari Pemakaman Baqi. Dahulu masjid ini dikenal dengan nama Masjid Bani Muawiyah. Nama Al-Ijabah diberikan karena Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa di masjid ini dan doanya dikabulkan. Meski memiliki nilai sejarah, masjid ini jarang dikunjungi jemaah Indonesia karena berada di luar kawasan Markaziyah.
4. Masjid Ghamamah
Masjid Ghamamah merupakan tempat Rasulullah SAW melaksanakan salat istisqa, yaitu salat untuk memohon hujan. Saat itu, penduduk Madinah sedang mengalami kekeringan. Setelah Rasulullah SAW berdoa, Allah SWT menurunkan hujan sebagai bentuk rahmat-Nya.
5. Masjid Jum'ah
Masjid Jum'ah juga dikenal dengan nama Masjid Al-Wadi dan Masjid Atikah. Masjid ini terletak di barat daya Madinah, dekat Wadi Ranuna, sekitar 900 meter di utara Masjid Quba dan 6 kilometer dari Masjid Nabawi. Tempat ini menjadi lokasi pelaksanaan salat Jumat pertama yang dilakukan Rasulullah SAW.
6. Masjid Khandaq
Masjid Khandaq berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Nabawi dan menjadi saksi sejarah Perang Khandaq.
Masjid ini dibangun di area pertahanan umat Islam yang menggunakan strategi penggalian parit untuk menghadapi pasukan Quraisy. Ide strategi tersebut berasal dari sahabat Rasulullah SAW, Salman Al Farisi.
7. Masjid Miqat (Masjid Khamsah)
Dalam sejarah Islam, Khandaq merujuk pada strategi pertahanan dengan menggali parit saat Madinah dikepung kaum Quraisy dan sekutunya pada tahun kelima Hijriah.
Saat ini, peninggalan Perang Khandaq yang masih tersisa adalah lima pos penjagaan dari tujuh yang dahulu berdiri. Di lokasi tersebut kini berdiri Masjid Khamsah.
8. Masjid Nabawi
Masjid Nabawi didirikan oleh Rasulullah SAW pada tahun pertama Hijriah setelah beliau hijrah ke Madinah. Di sekitar masjid ini terdapat rumah keluarga Rasulullah SAW, termasuk rumah Siti Aisyah RA.
Di tempat inilah Rasulullah SAW dimakamkan bersama dua sahabat beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.
Salat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan besar, yaitu bernilai 1.000 kali lipat dibandingkan salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
"Sholat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1.000 kali dibandingkan sholat di masjid yang lainnya, kecuali di Masjidil Haram. Sholat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat daripada masjid lainnya." (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim).
9. Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain awalnya bernama Masjid Bani Salamah dan terletak di tepi jalan menuju Universitas Madinah. Masjid ini menjadi saksi peristiwa penting perubahan arah kiblat salat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah di Masjidil Haram.
10. Masjid Quba
Masjid Quba berada sekitar 5 kilometer di barat daya Madinah. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Beliau rutin mengunjungi masjid ini setiap hari Sabtu.
Dalam hadits disebutkan bahwa salat di Masjid Quba bernilai pahala seperti umrah bagi orang yang bersuci dari rumah lalu salat di dalamnya.
11. Pemakaman Baqi
Pemakaman Baqi adalah pemakaman utama di Madinah. Banyak sahabat Rasulullah SAW serta keluarga beliau yang dimakamkan di sini. Saat berziarah ke Baqi, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan para penghuni makam dan mengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
Pemakaman Baqi telah menjadi pemakaman umum bagi penduduk Madinah sejak masa Rasulullah SAW. Jemaah haji asal Indonesia yang wafat saat menunaikan ibadah juga dimakamkan di tempat ini.
Pemakaman Baqi menjadi salah satu lokasi ziarah yang sering dikunjungi umat Islam saat menjalankan ibadah haji maupun umrah.
12. Raudhah
Raudhah adalah area khusus di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar yang digunakan untuk berdakwah. Raudhah dapat dikenali dari tiang dan karpet berwarna putih, dengan luas sekitar 330 meter persegi.
Rasulullah SAW menyebut tempat ini sebagai salah satu taman surga dan lokasi mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,
"Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga." (HR Bukhari dan Muslim).

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
5 Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Berapa?