Amalan Al Jabbar kerap dilakukan sebagai penenang hati, mohon kekuatan, dan perlindungan dari keburukan dan tindakan zalim. Al Jabbar sendiri adalah salah satu Asmaul Husna.
Asmaul Husna merupakan nama-nama milik Allah SWT yang paling agung dan paling mulia. Atas keagungan tersebut, umat Islam sangat dianjurkan untuk senantiasa berdoa dan berzikir dengan menyebut Asmaul Husna.
Salah satu Asmaul Husna kerap diamalkan adalah Al Jabbar. Berikut uraian lengkap mengenai makna Al Jabbar, bacaan doa dan zikirnya, hingga keutamaan mengamalkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makna Al Jabbar
Secara bahasa, Al Jabbar berarti Yang Maha Perkasa. Mengutip buku Ayat-ayat Penyeru Allah SWT tulisan Sukanto, Al Jabbar memiliki makna bahwa Allah SWT Yang Maha Perkasa, Yang Maha Tidak Terjangkau, Yang Maha Memaksa juga berarti yang membantu atas keperkasaan-Nya yang tidak tertandingi.
Al Jabbar juga berarti bahwa apa pun yang dikehendaki, mustahil diingkari. Maka sebagai hamba Allah SWT, yakinlah dengan sangat atas kelemahan dan kekurangan, maka niscaya akan mampu mewujudkan kemudahan terhadap jalan dengan penuh harapan pada Al Jabbar, Allah SWT Yang Maha Perkasa.
Doa Al Jabbar dalam Surah Al-Hasyr Ayat 23
Menukil buku Mukhtasar Asmaul Husna Infografik oleh Asma' Harun, terdapat dalil bahwa Al Jabbar dapat dibaca sebagai doa. Hal ini mengacu pada firman Allah SWT dalam surah Al Hasyr ayat 23.
Allah SWT berfirman,
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Arab-latin: Huwallâhulladzî lâ ilâha illâ huw, al-malikul-quddûsus-salâmul-mu'minul-muhaiminul-'azîzul-jabbârul-mutakabbir, sub-ḫânallâhi 'ammâ yusyrikûn.
Artinya: "Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera. Yang Maha Mengaruniakan Keamanan, Yang Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan." (QS Al-Hasyr: 23)
Doa Al Jabbar dari Hadits Rasulullah
Masih merujuk buku yang sama, doa Al Jabbar juga terdapat dalam hadits. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari Abu Said Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda:
تَكُونُ الْأَرْضُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً، يَتَكَفَّؤُهَا الْجَبَّارُ بِيَدِهِ.
Arab-latin: Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzatan wāḥidatan, yatakaffa'uhā al-jabbāru biyadih.
Artinya: "Pada hari kiamat nanti, bumi bagaikan sekeping roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Memaksa) dengan memutar-mutarkan menggunakan tangan-Nya." (HR Bukhari)
Zikir Ya Jabbar
Al Jabbar juga bisa diamalkan sebagai zikir. Disebutkan dalam buku Keutamaan Dzikir dan Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, berikut adalah bacaan zikir Al Jabbar atau Ya Jabbar.
يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ
Arab-latin: Ya Jabbar Mutakabbir.
Artinya: "Wahai Yang Maha Perkasa dan Memiliki Segala Kebesaran."
Keutamaan Mengamalkan Zikir Al Jabbar
Merangkum tulisan Syekh Ahmad bin Ali Al-Buni dalam Syamsul Ma'arif Wa Latha'iful 'Awarif, berikut adalah keutamaan mengamalkan zikir Asmaul Husna Al Jabbar.
1. Membuat Orang Lain Tunduk
Amalan Al Jabbar diyakini bisa menundukkan orang lain. Dianjurkan membaca Al Jabbar secara istikamah sebanyak 100 kali setelah salat fardu.
Jika ada musuh yang sering mengganggu, dianjurkan membaca Al Jabbar sebanyak 226 kali pada pagi hari dan sore hari dan dilanjurkan berdoa agar musuh tunduk.
2. Terhindar dari Orang yang Hendak Berbuat Keji
Al Jabbar juga diyakini bisa menjadi pelindung diri dari orang-orang yang akan berbuat keji. Bacalah Al Jabbar sebanyak 11 kali sambil menahan napas, lalu hembuskan ke arah orang yang hendak berbuat keji.
3. Terhindar dari Kejahatan dan Keberingasan Orang Zalim
Al Jabbar juga bisa menjadi perisai dari berbagai tindak kejahatan dan keberingasan orang zalim. Cara mengamalkannya dengan membaca Al Jabbar minimal 100 kali setiap selesai salat secara istikamah.
Al Jabbar juga kerap diamalkan untuk sakit hati atau ditujukan kepada orang yang menyakiti hati kita. Namun, anjuran amalan ini tidak ditemukan dalam hadits shahih.
Wallahu a'lam.
Baca juga: Tenang, Doa Orang Terzalimi Pasti Dikabulkan |
