Mengapa Krisis Air Dikaitkan dengan Tanda Kiamat?

Mengapa Krisis Air Dikaitkan dengan Tanda Kiamat?

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 07 Okt 2026 07:15 WIB
Ilustrasi Kekeringan Musim Kemarau
Ilustrasi Kekeringan Musim Kemarau Foto: Chamika Jayasri/Unsplash
Jakarta -

Krisis air dan kekeringan kerap dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat. Hal ini tidak terlepas dari sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebut kondisi sungai dan air menjelang datangnya hari kiamat.

Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah hadits tentang Sungai Eufrat. Rasulullah SAW menyebut sungai tersebut akan mengering hingga terlihat sebuah gunung atau harta karun berupa emas. Peristiwa itu disebut sebagai salah satu tanda sebelum kiamat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits tentang Sungai Eufrat Mengering

Dikutip dari buku Renungan Akhir Zaman karya Abu Fatiah Al Adnani & Abdur Rahman Al-Wasithi, hadits mengenai Sungai Eufrat diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Salah satu riwayat dari Abu Hurairah RA menyebutkan Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ

Artinya: "Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat mengering sehingga menyingkap sebuah gunung emas. Manusia akan saling berperang untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang, sembilan puluh sembilan akan terbunuh."

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa siapa pun yang mendapati peristiwa tersebut tidak boleh mengambil sesuatu dari harta tersebut.

Riwayat lain juga menyebutkan:

"Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat menyingkap harta karun berupa emas. Siapa yang mendatanginya, janganlah dia mengambil sedikit pun darinya." (HR Muslim).

Mengapa Kekeringan Dikaitkan dengan Kiamat?

Dirangkum dari buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah al- Adnani, keadaan manusia sebelum Dajjal datang disebutkan dalam kondisi serba kacau. Dajjal datang sebagai pelengkap fitnah akhir zaman yang melanda manusia.

Selama masa itu, kondisi alam berada dalam keadaan tidak seimbang. Tahun-tahun itu adalah tahun-tahun kekeringan dan paceklik, tahun dimana manusia banyak kelaparan dan banyak mengalami bencana alam.

Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي أمامة أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال "إن قبل خروج الدجال ثلاث سنوات شداد، يصيب الناس فيها جوع شديد، يأمر الله السماء في السنة الأولى أن تحبس ثلث مطرها، ويأمر الأرض أن تحبس ثلث نباتها، ثم يأمر السماء في السنة الثانية فتحبس ثلثي مطرها، ويأمر الأرض فتحبس ثلثي نباتها، ثم يأمر السماء في السنة الثالثة فتحبس مطرها كله، فلا تقطر قطرة، ويأمر الأرض فتحبس نباتها كله، فلا تنبت خضراء، فلا يبقى ذات ظلف إلا هلكت؛ إلا ما شاء الله ، قيل: فما يعيش الناس في ذلك الزمان؟ قال: التهليل والتكبير، والتحميد، ويجزئ ذلك عليهم مجزأة الطعام" وصححه الألباني في صحيح الجامع.

Artinya: "Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, pada waktu itu manusia akan di timpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, sehingga ia tidak meneteskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang tidak di kehendaki Allah. Para Sahabat bertanya: "Dengan apa manusia akan hidup pada masa itu?" Beliau menjawab: "Tahlil, Takbir, Tasbih dan Tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan." (HR Ibnu Majah, Al-Hakim. Lihat Ash-Shahihah)

Hadits ini menunjukkan bahwa sebelum kedatangan Dajjal, maka kondisi dunia dan kehidupan manusia saat itu diliputi dengan kedzaliman dan kerusakan.

Islam memang memiliki sejumlah keterangan mengenai kondisi yang berkaitan dengan kekeringan, hujan, dan kesuburan menjelang berbagai peristiwa akhir zaman. Salah satunya adalah hadits tentang masa paceklik yang bukan semata-mata disebabkan oleh tidak turunnya hujan.

Rasulullah SAW bersabda, "Bukanlah paceklik itu ketika kalian tidak mendapatkan hujan, tetapi paceklik adalah ketika kalian mendapatkan hujan, tetapi bumi tidak menumbuhkan sesuatu." (HR Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa persoalan air dan hasil bumi memang disebut dalam hadits Nabi SAW. Namun, hadits tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa setiap krisis air yang terjadi pada masa sekarang adalah tanda kiamat yang dimaksud Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads