Bacaan setelah sholat tahajud diamalkan muslim setelah selesai sholat. Tahajud atau sholat malam jadi amalan sunnah yang dikerjakan pada sepertiga malam.
Terkait sholat tahajud disebutkan dalam sejumlah riwayat, salah satunya hadits berikut.
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterangkan dalam buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh & Dhuha karya Adnan Tarsyah, sholat tahajud bisa dilakukan setelah bangun tidur. Tidak ada batasan rakaat pada sholat tahajud. Namun, dalam beberapa riwayat jumlah rakaat sholat malam tidak lebih dari 11 dan 13 rakaat. Hal ini sesuai dengan hadits berikut,
"Telah bercerita kepada kami Abdullah ibn Maslamah dari Malik dari Sa'id al-Maqburi dari Abu Salamah ibn 'Abdurrahman bahwa dia bertanya kepada Aisyah RA: 'Bagaimana tata cara sholat Nabi SAW pada bulan Ramadan?' Aisyah menjawab: "Beliau sholat (sunnah qiyamu al-lail) pada bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau sholat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau sholat tiga rakaat. Aku pernah bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum melaksanakan sholat witir?' Beliau menjawab: "Mataku memang tidur tapi hatiku tidaklah tidur."
Bacaan Setelah Sholat Tahajud
Berikut bacaan setelah sholat tahajud yang bisa diamalkan muslim seperti dikutip dari buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih.
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)
Hukum Membaca Doa Setelah Sholat Tahajud
Merujuk dari sumber yang sama, membaca doa setelah tahajud bukan kewajiban. Namun, mengamalkannya dianjurkan dalam Islam.
Pada akhir sholat tahajud sendiri, muslim dianjurkan memperbanyak zikir, doa hingga istighfar. Sebab, waktu sholat tahajud jadi momen mustajab bagi muslim.
Niat Sholat Tahajud
Sholat tahajud bisa dikerjakan 2 hingga 4 rakaat. Berikut bacaan niatnya yang dinukil dari sumber yang sama.
1. Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatattahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat salat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Tahajud 4 Rakaat
أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatattahajjudi arba'a raka'aatin lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat salat sunnah tahajud empat rakaat karena Allah Ta'ala."
Apakah Sholat Tahajud Harus Tidur Dulu?
Menukil dari buku Tuntunan Qiyamul Lail karya Muhammad Shaleh Khuzaim, Ar-Raghib mengatakan Al-mutahajjid artinya orang yang sholat di malam hari. Sebagian ahli berpendapat bahwa tahajud dilakukan harus setelah tidur.
Dengan begitu, orang yang tahajud adalah orang yang bangun tidur untuk melaksanakan sholat.
Cara Melaksanakan Sholat Tahajud
Dinukil dari buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan karya Abd Muqit, berikut cara melaksanakan sholat tahajud 2 rakaat.
- Membaca niat sholat tahajud 2 rakaat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
- Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua
- Salam
Jika sholat tahajud dilakukan dengan 4 rakaat, maka pengerjaannya bisa dengan 2 rakaat satu kali salam. Bisa juga dengan 4 rakaat sekaligus dan satu kali salam. Tata caranya sama seperti di atas, hanya saja jika sholat tahajud 4 rakaat sekaligus maka tidak ada tahiyat awal di rakaat kedua.
Waktu Terbaik Sholat Tahajud
Menurut buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja karya Ahmad Hawassy, pembagian waktu sholat tahajud dibagi ke tiga macam. Sholat tahajud sangat utama bisa dilakukan setelah Isya hingga pukul 22.00.
Kemudian, waktu yang lebih utama melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam kedua pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari. Adapun, waktu paling utama sholat tahajud dimulai pada 01.00 dini hari hingga Subuh.
Nabi Muhammad SAW sendiri mengerjakan sholat tahajud pada sepertiga malam terakhir seperti diterangkan dalam riwayat Abu Muslim yang bertanya pada Abu Dzar,
"Pada waktu manakah yang lebih utama untuk kita mengerjakan sholat malam?"
Abu Dzar menjawab, "Aku telah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini."
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga malam yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya." (HR Ahmad)
Wallahu a'lam.
