Dzikir Setelah Tahajud Lengkap dengan Doa Penutup untuk Memohon Ampunan

Dzikir Setelah Tahajud Lengkap dengan Doa Penutup untuk Memohon Ampunan

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 30 Jul 2026 20:45 WIB
Ilustrasi sholat tahajud.
Foto: Gemini AI Ilustrasi sholat tahajud.
Jakarta -

Salat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah yang dikerjakan pada sepertiga malam terakhir ini menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat, doa, dan dzikir.

Mengutip buku Shalat Tahajud dalam Al-Qur'an (Manfaat Shalat Tahajud bagi Kesehatan Mental) karya Muhafizah el-Feyza, tahajud artinya bangun dari tidur. Salat tahajud adalah salat yang dilakukan orang di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syafi'i berkata, "Salat malam dan salat witir baik sebelum maupu sesudah tidur dinamai tahajud. Orang yang melaksanakan salat tahajud disebut mutahajid. Salat tahajud ialah salat sunnah pada waktu malam, lebih baik dikerjakan setelah larut malam dan sesudah tidur. Bilangan rakaatnya tidak dibatasi, boleh sekuatnya."

Setelah menunaikan salat tahajud, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan memanjatkan doa. Pada waktu tersebut, suasana malam yang tenang membuat hati lebih khusyuk, sementara Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.

ADVERTISEMENT

Keutamaan Berdzikir Setelah Salat Tahajud

Dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan setelah melaksanakan berbagai ibadah, termasuk salat tahajud. Dengan berdzikir, seorang muslim mengagungkan Allah SWT, mengakui kelemahan dirinya, serta memohon ampunan dan pertolongan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikrang kaṡīrā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya."

Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya.

Dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan:

"Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni'."

Bacaan Dzikir Setelah Tahajud

Mengutip buku Doa & Dzikir Harian 24 Jam: Dari Bangun Tidur Hingga Kembali Tidur karya Fahad Hasan, tidak ada bacaan dzikir khusus yang diwajibkan setelah salat tahajud. Namun, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir yang diajarkan Rasulullah SAW.

Adapun bacaan dzikir setelah salat tahajud bisa dibaca sebanyak 100 kali yaitu.

Tasbih:
سُبْحَانَ اللهِ
Arab latin: Subhaanallah
Artinya: "Mahasuci Allah."


Tahmid:
اَلْحَمْدُ لِلَّه
Arab latin: Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Takbir: اللهُ أَكْبَرُ
Arab latin: Allahu Akbar
Artinya: "Allah Mahabesar."

Istighfar pendek: Astaghfirullah atau
Istighfar panjang: Astaghfirullah hal'adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.

Selain itu, ada juga bacaan istighfar yang lebih lengkap seperti yang dibaca Rasulullah SAW, seperti berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Arab latin: Allahumma Anta Rabbi, laa ilaha illa Anta khalaqtani wa ana abduka, wa ana ala ahdika wawa'dika mastatha'tu, audzubika min syarri ma shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudz-dzunuuba illa Anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu."

Doa Setelah Salat Tahajud

Dikutip dari Buku Keutamaan dan Keistimewaan Sholat Tahajud, Hajat, Istikharah dan Dhuha oleh Ubaid Ibnu Abdillah, berikut bacaan doa yang dibaca Rasulullah SAW setelah salat tahajud.

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Arab latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq.

Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)

Kemudian dapat dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa 'adzaaban naar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka."

Doa Memohon Ampunan

1. Doa Mohon Ampunan (Taubatnya Nabi Adam AS)

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Arab latin: Rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS Al-A'raf: 23)

2. Doa Mohon Ampunan (Taubatnya Nabi Nuh AS)

رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Arab latin: Rabbi innī a'ụżu bika an as`alaka mā laisa lī bihī 'ilm, wa illā tagfir lī wa tar-ḥamnī akum minal-khāsirīn

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (QS Hud: 47)

3. Doa Mohon Ampunan (Taubatnya Nabi Musa AS)

رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

رَبِّ بِمَآ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِّلْمُجْرِمِينَ

Arab latin: Rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī fa gafara lah, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm, Rabbi bimā an'amta 'alayya fa lan akụna ẓahīral lil-mujrimīn

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa." (QS Al-Qasas: 16-17)



(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads