Dalam Islam, setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat baik dianjurkan diawali dengan menyebut nama Allah SWT dan diakhiri dengan doa. Hal ini juga berlaku dalam kegiatan rapat, musyawarah, atau pertemuan, baik di lingkungan kantor, sekolah, organisasi, maupun majelis taklim.
Membaca doa penutup rapat bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar segala pembahasan yang telah dilakukan membawa manfaat, memperoleh keberkahan, serta diampuni jika selama berlangsungnya rapat terdapat kekeliruan dalam perkataan maupun perbuatan.
Doa yang paling sering dibaca sebagai penutup rapat adalah doa kafaratul majelis, yaitu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menutup sebuah majelis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Penutup Rapat (Kafaratul Majelis)
Mengutip buku 52 Kultum Favorit Untuk Muslimah karya Zakiah Nur Jannah, doa kafaratul majelis adalah doa yang senantiasa dibaca saat akan mengakhiri suatu acara.
Keutamaan doa penutup majelis ialah menjadi penutup kesalahan yang mungkin dilakukan selama berkagiatan dalam majelis.
"Dari Abu Barzah Al-Aslami, berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir majelis ketika hendak berisi meninggalkan majelis berkata,
"Dari Abu Barzah Al-Aslami, berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir majelis ketika hendak berdiri meninggalkan majelis berkata,
بْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin: Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik.
Artinya: "Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu."
Doa ini dikenal sebagai kafaratul majelis, yaitu doa yang dibaca ketika mengakhiri suatu pertemuan atau majelis sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
Dalil tentang Doa Penutup Majelis (h2)
Anjuran membaca doa kafaratul majelis didasarkan pada hadits Rasulullah SAW.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa duduk dalam suatu majelis lalu banyak terjadi kesalahan atau perkataan yang tidak bermanfaat, kemudian sebelum meninggalkan majelis ia membaca: Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik, maka akan diampuni dosa-dosa yang terjadi dalam majelis tersebut." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Keutamaan Membaca Doa Penutup Rapat
Ada beberapa keutamaan membaca doa penutup rapat atau kafaratul majelis.
1. Memohon Ampunan kepada Allah SWT
Doa ini berisi istighfar dan taubat kepada Allah sehingga menjadi bentuk permohonan ampun atas kesalahan yang mungkin dilakukan selama berlangsungnya rapat.
2. Menyempurnakan Sebuah Majelis
Majelis yang ditutup dengan doa diharapkan menjadi lebih berkah dan bernilai ibadah.
3. Menghapus Kesalahan dalam Majelis
Salah satu hikmah utama doa kafaratul majelis adalah memohon agar Allah menghapus kekhilafan berupa ucapan yang kurang baik, candaan yang berlebihan, atau perkataan yang tidak bermanfaat.
Dalam hadits dari Aisyah RA, ia menceritakan, "Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidak duduk di sebuah majelis, atau membaca Al-Qur'an, atau salat, kecuali engkau senantiasa mengakhirinya dengan satu kalimat tersebut."
Maka Rasulullah SAW bersabda,
"Benar. Barang siapa yang ketika di majelis berkata-kata baik, maka ia akan dimudahkan untuk merutinkan kebaikan tersebut. Dan barang siapa yang berkata buruk, maka kalimat ini (doa kafaratul majelis)menjadi penebus atau kafarah baginya."
4. Mengingatkan Peserta untuk Selalu Bertobat
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Dengan membaca doa ini, seluruh peserta diajak untuk selalu kembali kepada Allah SWT dan memperbanyak istighfar.

Komentar Terbanyak
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya