Masjidil Haram terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan para jamaah. Terbaru, Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meluncurkan layanan digital yang memungkinkan pengunjung memantau tingkat kepadatan di area Mataf dan Masa'a secara real-time.
Dilansir dari Saudi Gazette, Sabtu (18/7/2026), layanan ini dihadirkan untuk membantu jamaah menentukan waktu dan jalur yang lebih nyaman saat melaksanakan ibadah tawaf maupun sa'i, terutama ketika jumlah pengunjung sedang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui layanan digital tersebut, jamaah dapat melihat kondisi keramaian di area Mataf dan Masa'a secara langsung. Informasi yang ditampilkan diperbarui secara berkala sehingga mencerminkan kondisi terbaru di lokasi.
Dengan adanya pemantauan ini, pengunjung dapat mengetahui area yang sedang padat maupun yang relatif lengang. Informasi tersebut diharapkan membantu jamaah memilih rute yang lebih nyaman sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung lebih lancar.
Layanan ini juga menjadi bagian dari upaya otoritas pengelola Masjidil Haram dalam meningkatkan pengelolaan arus pergerakan jamaah, terutama pada musim-musim dengan tingkat kunjungan yang tinggi.
Selain menampilkan tingkat kepadatan secara real-time, layanan digital ini dilengkapi dengan indikator cerdas yang dirancang untuk mendukung manajemen keramaian di Masjidil Haram.
Sistem tersebut membantu memberikan gambaran kondisi di berbagai titik penting sehingga pengelola dapat mengoptimalkan pelayanan bagi para jamaah. Di sisi lain, jamaah memperoleh informasi yang memudahkan mereka mengambil keputusan mengenai waktu dan jalur terbaik untuk melaksanakan tawaf maupun sa'i.
Mudah Diakses Melalui Kode QR
Otoritas Masjidil Haram menjelaskan bahwa layanan ini dapat diakses dengan mudah menggunakan kode QR yang tersedia di sejumlah lokasi.
Setelah memindai kode tersebut menggunakan telepon pintar, jamaah akan memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi kepadatan di area Mataf dan Masa'a. Pembaruan dilakukan secara instan sehingga pengguna dapat memantau situasi sebelum memulai atau melanjutkan ibadah.
Peluncuran layanan pemantauan keramaian secara real-time menjadi salah satu langkah transformasi digital yang terus dilakukan otoritas pengelola dua masjid suci di Arab Saudi.
Inovasi ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas layanan di Masjidil Haram, memberikan pengalaman tawaf dan sa'i yang lebih nyaman, serta mendukung terciptanya pergerakan jamaah yang aman, tertib, dan efisien di salah satu tempat ibadah tersibuk di dunia.

Komentar Terbanyak
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya