9 Cara Mendapatkan Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Langkah Emas Raih Kemenangan

9 Cara Mendapatkan Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Selasa, 10 Mar 2026 06:30 WIB
Wanita membaca Al-Quran.
Foto: RDNE Stock Project/Pexels
Jakarta -

Cara mendapatkan Lailatul Qadar menjadi salah satu hal yang banyak dicari umat Muslim ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Amalan seperti salat malam, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan beriktikaf dianjurkan sebagai upaya untuk meraih keberkahan malam tersebut.

Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Menukil Kitab Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq dan Kitab Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa'il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani, berikut penjelasan beberapa amal ibadah sebagai cara untuk mendapatkan lailatul qadar:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Itikaf di Masjid

كَانَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ، وَيَقُولُ : تَحَرُوا وَفِي رِوَايَةِ : الْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan beliau mengatakan, 'Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan." (HR Bukhari, dari Aisyah RA)

ADVERTISEMENT

Dalam buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah dijelaskan niat i'tikaf sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ إِعْتِكَفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an i 'tikafa fi hażal-masjidi sunnatal lillāhi ta älä

Artinya: Aku niat beri tikaf di masjid ini sunnah karena Allah Ta'ala.

2. Mendirikan Sholat Lailatul Qadar

Anjuran sholat pada malam lailatul qadar bersandar dalam sebuah hadits yang terdapat dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi.

Anjuran ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA berikut:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari rida Allah SWT maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Tadarus Al-Qur'an

Salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak tadarus Al-Qur'an. Tadarus tidak hanya berarti membaca Al-Qur'an, tetapi juga mempelajari, memahami, dan merenungkan maknanya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، وَهُوَ مَاهِرْ بِهِ ، مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ. وَالَّذِي يَقْرَأ الْقُرْآنَ، يَتَتَعْتَعُ فِيهِ - وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ - لَهُ أَجْرَانِ

Artinya: "Orang yang membaca Al-Qur'an dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Qur'an dengan mengejanya (ia membacanya dengan sulit), ia mendapatkan dua pahala." (HR Muttafaq Alaih, dari Aisyah RA)

4. Berdoa

Pada malam Lailatul Qadar, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT. Aisyah RA pernah menanyakan kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang mengetahui malam Lailatul Qadar.

Aisyah RA meriwayatkan, "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasul, bagaimana pendapatmu jika aku mengetahui Lailatul Qadar, apakah yang aku ucapkan di dalamnya?' Beliau SAW bersabda,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُو كَرِيمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innala 'afuwwun kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

5. Berdzikir

Memperbanyak zikir juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar. Zikir merupakan bentuk ibadah dengan mengingat dan menyebut nama Allah SWT secara terus-menerus. Anjuran untuk banyak berzikir disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 41-42:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikrang kaśīrā Wa sabbihuhu bukrataw wa aşīlā

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

6. Istighfar

Memohon ampun kepada Allah SWT juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada malam-malam terakhir Ramadan. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan memperbanyak istighfar setiap hari.

Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda, "Sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada- Nya seratus kali dalam sehari." (HR Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad, dari Abu Hurairah RA)
Bacaan istighfar di malam lailatul qadar bisa dengan lafaz istighfar yang umum, sayyidul istighfar, atau lafal berikut:

أسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullāha wa atūbu ilaihi
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya."

7. Bersedekah

Amalan lain yang dapat dilakukan untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar adalah dengan bersedekah. Sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadan memiliki nilai dan keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

أفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةً فِي رَمَضَانَ

Artinya: Nabi SAW bersabda, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadan." (HR Tirmidzi, dari Abu Hurairah RA)

8. Memberi Makan Buka Puasa kepada Orang Lain

Memberikan makanan kepada orang yang berbuka puasa juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Perbuatan ini tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mendatangkan pahala yang besar bagi orang yang melakukannya.

Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memberikan orang berbuka puasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berbuka tersebut tanpa dikurangi sedikit pun." (HR Bukhari dan Muslim)

9. Mempersiapkan Diri

Selain berbagai amalan tersebut, mempersiapkan diri sejak awal Ramadan juga menjadi hal penting untuk meraih Lailatul Qadar. M. Quraish Shihab dalam buku Hidup Bersama Al-Qur'an menjelaskan bahwa seseorang tidak seharusnya hanya menunggu datangnya malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.




(lus/lus)
ramadan penuh hikmah
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

84 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads